Berita

Analis komunikasi politik Hendri Satrio. (Foto: Istimewa)

Politik

Kebijakan Pemerintah Jangan Jangka Pendek tapi Harus Berkelanjutan

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 11:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah pemerintah yang dinilai tenang dalam menyikapi situasi geopolitik global yang tengah bergejolak dengan mengeluarkan 8 kebijakan efisiensi dan transformasi budaya kerja nasional per 1 April 2026 diapresiasi analis komunikasi politik Hendri Satrio.

Namun, sosok yang akrab disapa Hensa itu mengingatkan bahwa ketenangan itu harus dibarengi dengan kebijakan yang strategis, terukur, dan berkelanjutan.

"Tapi yang diharapkan ini adalah sebuah ketenangan yang dibarengi dengan kebijakan yang strategis, yang di mana hitung-hitungannya itu tepat dan sustain, sehingga memang dalam jangka waktu lama, kita bisa bertahan dengan fundamental ekonomi yang baik dan masyarakat tetap sejahtera," katanya, Kamis, 2 April 2026. 


Founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu mengingatkan yang terpenting sekarang adalah kebijakan lanjutan yang bersifat sustain dengan kalkulasi yang tepat sehingga publik tak hanya ditenangkan, namun juga merasakan dampak nyata dari kinerja pemerintahnya.

"Jangan sampai kemudian press conference kemarin itu hanya sebatas menenangkan dalam jangka waktu tertentu, jadinya kan nggak sustain karena kita semua mengharapkan pemerintah setelah press conference kemarin itu membuat kebijakan-kebijakan yang ujungnya adalah kebijakan yang sustain dengan hitungan-hitungan tepat dan tidak bersifat sementara," katanya.

Hensa juga menyoroti pentingnya gaya komunikasi pemerintah yang tepat kepada masyarakat. Ia menilai pesan kewaspadaan justru sesekali perlu disampaikan agar publik tidak terlena, mengingat perubahan geopolitik bisa terjadi secara tiba-tiba dan berdampak besar.

"Sebenarnya tidak apa-apa membuat masyarakat waspada dengan gaya komunikasi tertentu, pesan waspada itu nggak akan bikin panik. Tapi jangan meninabobokan Masyarakat,” ujar Hensa.

“Kenapa? Pada saat nanti masyarakat ketiduran, lengah, kemudian terjadi perubahan geopolitik yang cukup dahsyat, justru masyarakatnya kaget dan gelagapan seperti tahun 1998, kasihan yang tidak siap," sambungnya.

Pemerintah sebelumnya mengumumkan delapan kebijakan sebagai respons atas situasi geopolitik terkini. Kebijakan tersebut mencakup penerapan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat, pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, serta pemangkasan perjalanan dinas dalam negeri 50 persen dan luar negeri 70 persen.

Pemerintah juga mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengarahkannya pada penyediaan makanan segar selama lima hari dalam sepekan, sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung tatap muka penuh.

Selain itu, pemerintah merancang refocusing anggaran dari belanja non-prioritas seperti rapat dan seremonial ke program produktif, yang berpotensi menghemat hingga Rp130,2 triliun. Dua kebijakan lainnya menyasar ketahanan energi, yakni gerakan efisiensi energi nasional dan percepatan implementasi program biodiesel B50.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya