Berita

Ilustrasi rudal Patriot (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Wion)

Dunia

AS Ditolak Sekutu: Polandia Enggan Kirim Rudal Patriot ke Timur Tengah

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 10:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Polandia menegaskan tidak akan memindahkan sistem pertahanan udara Patriot ke Timur Tengah untuk membantu Amerika Serikat menghadapi ancaman dari Iran.

Laporan media Polandia menyebutkan bahwa AS telah meminta Warsawa meminjamkan setidaknya dua sistem Patriot beserta rudal PAC-3 MSE yang sebelumnya dibeli oleh Polandia. Namun, permintaan tersebut ditolak.

Menteri Pertahanan Polandia, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz, menegaskan bahwa seluruh sistem Patriot digunakan untuk melindungi wilayah udara nasional dan memperkuat pertahanan sayap timur NATO.


Ia menekankan bahwa tidak ada rencana untuk memindahkan sistem tersebut ke wilayah lain. Menurutnya, keamanan nasional Polandia tetap menjadi prioritas utama, dan sikap ini dipahami oleh negara-negara sekutu.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa negaranya memiliki persediaan senjata “tidak terbatas”. Namun, serangan militer yang dilakukan AS bersama Israel pada akhir Februari dilaporkan belum mampu menghentikan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Sejak konflik meningkat, dilaporkan sejumlah personel militer AS tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan Iran. Selain itu, serangan rudal dan drone juga disebut merusak sejumlah aset militer penting, termasuk radar dan pesawat peringatan dini.

Sebelumnya, Trump juga mengkritik beberapa negara anggota NATO di Eropa yang menolak mengirim kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz. Ia bahkan sempat mengancam akan menarik AS dari NATO, yang pernah ia sebut sebagai “macan kertas”.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya