Berita

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Jaelani (Foto: Dokumen F-PKB)

Politik

Komisi IV DPR Desak Kemenhut Tekan Laju Deforestasi

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 10:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi IV DPR RI mendesak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mengambil langkah luar biasa dalam menekan laju deforestasi yang meningkat signifikan sepanjang tahun 2025. 

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Jaelani, mengungkapkan bahwa angka kerusakan hutan ini dinilai bukan sekadar persoalan ekologi semata, melainkan ancaman nyata yang kini mulai memakan korban jiwa akibat bencana alam yang kian ekstrem.

Menurutnya, peningkatan deforestasi merupakan sinyal bahaya bagi masa depan ketahanan lingkungan di Indonesia. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, intensitas bencana hidrometeorologis di berbagai wilayah kian tinggi. 


“Kita tidak bisa lagi melihat ini sebagai fenomena alam biasa, karena salah satu pemicu utamanya adalah hilangnya tutupan hutan kita,” ujar Jaelani kepada wartawan, Kamis 2 April 2026.

Jaelani menegaskan bahwa kenaikan laju deforestasi ini merupakan peringatan keras bagi ketahanan lingkungan nasional. 

Menurutnya, kerusakan kawasan hutan akibat aktivitas ekonomi berbasis lahan seperti perkebunan dan pertambangan telah menciptakan celah besar dalam tata kelola kehutanan yang harus segera ditambal melalui pengawasan dan penegakan hukum yang tanpa pandang bulu.

Politikus PKB ini kemudian menyoroti tragedi besar yang baru-baru ini melanda pulau Sumatera bagian utara sebagai bukti nyata dampak buruk kerusakan hutan. 

Bencana dahsyat yang meliputi Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh tersebut telah menelan korban jiwa lebih dari 1.000 orang, merusak puluhan ribu rumah, serta melumpuhkan sektor pertanian dengan rusaknya puluhan ribu hektare sawah dan ladang.

“Bencana besar di pulau Sumatera bagian utara menjadi contoh kongkret betapa berbahayanya laju deforestasi bagi lingkungan di sekitarnya. Ribuan orang mengungsi dan kehilangan mata pencaharian,” katanya.

Menurutnya, ada harga mahal yang harus dibayar akibat kelalaian semua pihak dalam menjaga hutan. Kejadian tersebut seharusnya menjadi titik balik bagi pemerintah untuk tidak lagi berkompromi dengan perusak hutan.

Menyikapi situasi darurat tersebut, Jaelani mendesak Kementerian Kehutanan untuk segera memperkuat penegakan hukum terhadap seluruh pelaku deforestasi ilegal. 

Ia menekankan pentingnya peningkatan patroli terpadu dan optimalisasi penggunaan teknologi pemantauan hutan berbasis satelit agar setiap aktivitas mencurigakan di dalam kawasan hutan dapat terdeteksi secara real-time.

“Maka sudah seharusnya Kementerian Kehutanan memperkuat penegakan hukum melalui peningkatan patroli terpadu dan penggunaan teknologi satelit,” tegasnya.

Selain itu, harus ada penindakan tegas terhadap korporasi yang melanggar izin konsesi. 

“Jangan ada lagi celah bagi oknum atau perusahaan untuk berlindung di balik lemahnya sinkronisasi kebijakan lintas sektor,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya