Berita

Ilustrasi. (Foto: Financial Times)

Dunia

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

KAMIS, 02 APRIL 2026 | 01:37 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal bahwa negaranya akan terus berperang dengan Iran selama Selat Hormuz tidak dibuka.

Dilansir dari Reuters, Rabu malam, 1 April 2026, Trump menyatakan bakal terus menekan Iran dengan serangan sporadis.

“Jika perlu kita akan kembali untuk melakukan serangan terpusat," ujar Trump.


Menurut dia, AS bisa saja melakukan gencatan senjata. Tapi setelah itu dapat melakukan serangan kembali.

Ketika ditanya kapan perang AS dengan Iran berakhir, Trump tidak memberi jawaban secara pasti.

"Saya tidak bisa memberi tahu Anda secara pasti,” tegasnya. 

Di lain sisi, Trump juga mempertimbangkan untuk menarik AS dari aliansi NATO.

Gelagat Trump itu juga dikonfirmasi oleh seorang sumber keamanan dari Pakistan kepada Reuters, yang menjadi mediator dalam konflik tersebut. 

Ia sebelumnya mengatakan bahwa Islamabad telah mengusulkan gencatan senjata, sementara belum mendapat tanggapan baik dari AS maupun Iran.

Di lain sisi, pasokan minyak global diperkirakan akan terpukul dua kali lebih keras pada bulan April dibandingkan Maret. 

Artinya banyak negara akan terganggu dengan pasokan energinya yang juga berdampak pada perekonomian global.

Hal itu sebagaimana disampaikan Badan Energi Internasional yang mendesak AS dan Iran untuk segera mengakhiri konflik.  


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya