Berita

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Bakom RI)

Politik

MBG Dipangkas Jadi Lima Hari, Negara Klaim Hemat Rp20 Triliun

RABU, 01 APRIL 2026 | 12:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Upaya efisiensi anggaran negara dilakukan pemerintah dengan menyesuaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan, dengan potensi penghematan mencapai Rp20 triliun. 

Kebijakan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers tentang kebijakan pemerintah dalam mitigasi dan antisipasi dinamika global di Seoul, Rabu malam, 31 Maret 2026..

Ia menegaskan bahwa optimalisasi program dilakukan tanpa mengurangi tujuan utama dalam pemenuhan gizi masyarakat penerima manfaat.


“Pemerintah mendorong optimalisasi daripada program Makan Bergizi Gratis. Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” kata Airlangga.

Meski demikian, pemerintah tetap memberikan perlakuan khusus bagi sejumlah wilayah dan kelompok prioritas. Untuk sekolah berasrama, daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi, distribusi MBG tetap berlangsung enam hari dalam sepekan, yakni dari Senin hingga Sabtu.

Langkah optimalisasi tersebut juga merupakan bagian dari kebijakan yang lebih luas, yakni transformasi budaya kerja serta penghematan energi yang mulai diberlakukan secara nasional pada 1 April 2026.

Dari sisi fiskal, pemerintah memproyeksikan kebijakan ini mampu memberikan dampak signifikan terhadap penghematan anggaran negara.

“Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun,” ujar Airlangga.

Hingga awal Maret 2026, program MBG tercatat telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat, yang meliputi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga kelompok lanjut usia (lansia).

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya