Berita

IlustrasI. (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Ini Penyebab Harga Plastik Melonjak Tinggi

RABU, 01 APRIL 2026 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kenaikan harga plastik menjadi dampak paling terasa dari perang yang melibatkan Iran, terutama akibat terganggunya jalur distribusi energi dan petrokimia melalui Selat Hormuz.

Sejak konflik pecah, harga plastik seperti polietilena (PE) dan polipropilena (PP) mengalami lonjakan tajam. Di pasar komoditas, harga polietilena naik hampir 37 persen, sementara polipropilena meningkat lebih dari 38 persen hanya dalam waktu singkat. Kenaikan ini dipicu oleh terganggunya pasokan dari Timur Tengah, yang selama ini menjadi pemasok utama bahan baku plastik dunia.

Analis dari Chemical Market Analytics, Joel Morales, menggambarkan kondisi ini dengan jelas.


“Siapa pun yang mengimpor dari Timur Tengah… telah kehilangan pemasok besar dan harus mencari bahan pengganti dengan harga yang jauh lebih tinggi," ujarnya dikutip dari Reuters, Rabu 1 April 2026.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa lonjakan harga bukan hanya karena permintaan meningkat, tetapi lebih karena pasokan yang tiba-tiba menyusut. Banyak negara kini berebut sumber alternatif, sehingga harga terdorong naik semakin tinggi.

Selain itu, kenaikan harga bahan baku seperti nafta juga memperparah situasi. Biaya produksi plastik meningkat karena produsen harus membayar lebih mahal untuk energi dan bahan dasar. Dampaknya, produsen tidak punya banyak pilihan selain menaikkan harga jual.

Kondisi ini mulai terasa hingga ke konsumen. Plastik merupakan bahan dasar berbagai produk sehari-hari, seperti kemasan makanan, botol minuman, dan barang rumah tangga. Ketika harga plastik naik, harga produk-produk tersebut ikut terdorong naik.

Jika gangguan pasokan terus berlanjut, harga plastik berpotensi tetap tinggi dalam waktu lama. Hal ini tidak hanya membebani industri, tetapi juga bisa meningkatkan tekanan inflasi secara global karena luasnya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya