Berita

Menhan AS Pete Hegseth (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Forbes)

Dunia

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

RABU, 01 APRIL 2026 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini memasuki fase yang sangat menentukan. Pemerintah AS memperingatkan bahwa beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah konflik.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan bahwa peluang untuk mengakhiri perang masih terbuka melalui kesepakatan. Namun, jika Iran tidak mau berkompromi, konflik berpotensi semakin meluas.

“Kita memiliki semakin banyak pilihan, dan mereka memiliki lebih sedikit… hari-hari mendatang akan menentukan,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Rabu 1 April 2026.


Di tengah meningkatnya ketegangan, komunikasi antara kedua negara sebenarnya masih berlangsung, meski belum bisa disebut sebagai negosiasi resmi. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyebut pesan dari pihak AS lebih berupa ancaman dan pertukaran pandangan melalui perantara.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump disebut masih membuka peluang kesepakatan damai, tetapi tetap siap melanjutkan operasi militer jika diperlukan.

Konflik yang telah berlangsung sekitar satu bulan ini mulai berdampak luas. Ribuan korban jiwa berjatuhan, rantai pasokan energi terganggu, dan ekonomi global terancam melemah.

Salah satu dampak paling terasa adalah lonjakan harga minyak. Setelah serangan Iran terhadap kapal tanker di dekat Dubai, harga minyak dunia sempat melonjak tajam. Sepanjang Maret, harga minyak Brent bahkan naik hingga sekitar 64 persen, menyentuh kisaran 118 Dolar AS per barel.

Kenaikan ini turut membebani masyarakat, terutama di AS. Harga bensin di negara tersebut bahkan menembus 4 Dolar AS per galon untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya