Berita

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan. (Foto: YouTube Official iNews)

Bisnis

Anthony Budiawan:

Pengiritan Energi Bantu Mitigasi Risiko Akibat Perang Iran-Israel

RABU, 01 APRIL 2026 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Perang Iran-Israel yang terus berlangsung menyebabkan banyak negara menghadapi ancaman krisis energi, termasuk Indonesia.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mendukung langkah pemerintah yang menyerukan penghematan, salah satunya melalui Work From Home (WFH).

“Jadi di sini (Indonesia) krisis sih belum, tapi ini ke mitigasi. Jadi kalau kita lihat yang di luar negeri, semuanya apakah mereka sudah krisis? Mereka belum krisis. Tetapi pertanyaannya, mereka akan bertahan sampai berapa lama? Dan ini yang kita harus irit-irit pemakaiannya, karena ada disrupsi dari suplai,” kata Anthony dalam program Rakyat Bersuara dikutip pada kanal YouTube Official iNews, Selasa malam, 31 Maret 2026.


Lanjut dia, suplai energi yang dimiliki Indonesia saat ini sangat rentan. Terutama sejak dua kapal tanker Pertamina tidak bisa melewati Selat Hormuz. 

Oleh karena itu, Anthony menghendaki agar pemerintah bisa mencari sumber pasokan lain dengan tidak tergantung dengan jalur di Selat Hormuz. 

“Kalau kita tidak dapat suplai bagaimana? Jadi sekarang kita (bisa bertahan) dari 20 hari, mungkin ada tambahan-taman suplai yang bisa 30 hari. Mungkin ada pengiritan, mungkin bisa 40 hari cadangan kita untuk konsumsi. Nah itu yang diharapkan. Jadi apapun pengiritan saat ini adalah sangat membantu membantu untuk mitigasi risiko ke depannya,” jelas dia.

Menurut Anthony, saat ini pemerintah memang dihadapkan pada situasi pilihan untuk menaikan harga BBM atau tidak menaikan, namun dengan suplai yang sangat minim.  

“Ya, ini mengenai policy choice. Jadi kita mau menaikan harga atau kita mau menahan harga dengan risiko bahwa subsidi ini akan membengkak. Jadi pemerintah memilih bahwa ini tidak membebani masyarakat. Jadi dengan risiko subsidi membesar. Pertanyaannya adalah apakah dengan subsidi membesar ini sudah ada mitigasi risiko?” tegas dia.

“Di sini, ada kenaikan harga BBM yang ditahan sehingga beban subsidi naik. Kemudian ada belanja-belanja yang dikurangi,” pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya