Berita

Ilustrasi. (Foto: iStock)

Bisnis

RI Susul Malaysia Batasi Pembelian BBM Subsidi 50 Liter per Hari

RABU, 01 APRIL 2026 | 00:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah mulai mengetatkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan membatasi pembelian Pertalite dan Solar maksimal 50 liter per kendaraan per hari mulai Rabu 1 April 2026.

Kebijakan ini menyusul langkah negara tetangga RI, Malaysia yang lebih dulu menerapkan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi dari 300 liter per bulan menjadi 200 liter per bulan di tengah lonjakan harga minyak dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembatasan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi lebih adil dan tidak disalahgunakan. Namun kebijakan ini tidak mencakup kendaraan umum yang melayani angkutan orang dan barang.


"Untuk memastikan distribusi BBM yang lebih adil dan merata, pembelian BBM subsidi dilakukan melalui penggunaan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan per hari," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual pada Selasa, 31 Maret 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menambahkan, berdasarkan pengalamannya batas 50 liter per hari dinilai masih dalam kategori wajar untuk kebutuhan kendaraan pribadi.

"Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter. Itu tangki sudah penuh satu hari. Kita akan mendorong ke sana," kata Bahlil.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga konsumsi energi di tengah tekanan global.

"Yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak," ujarnya.

Untuk diketahui, minyak dunia mulai bergejolak sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu yang menyebabkan harga minyak mentah terus melonjak di atas 100 Dolar AS per barel.

Gangguan tersebut semakin diperparah setelah Iran membatasi akses di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, yang mendorong volatilitas harga energi global.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent kontrak Mei hari ini berada di posisi 111,56 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS di level 101,90 Dolar AS per barel.

Harga ini melonjak tajam dibandingkan sebelum konflik pecah pada 27 Februari lalu di mana harga Brent dan WTI masing-masing masih berada di kisaran 72,48 Dolar AS dan 67,02 Dolar AS per barel.


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya