Berita

Gedung PT Kalbe Farma Tbk (Foto: Dokumentasi kalbe.co.id)

Bisnis

KLBF Bukukan Laba Rp3 Triliun Sepanjang 2025

SELASA, 31 MARET 2026 | 11:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sepanjang tahun buku 2025, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berhasil menorehkan raport positif. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 31 Maret 2026, emiten farmasi ini membukukan kenaikan signifikan baik dari sisi top line maupun bottom line.

Kalbe Farma berhasil mengantongi penjualan sebesar Rp35,32 triliun di 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 8,26 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level Rp32,62 triliun. 


Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan juga terkerek 8,12 persen menjadi Rp21,26 triliun. 

Meski demikian, perusahaan tetap mampu mengamankan laba bruto senilai Rp14,05 triliun, meningkat 8,4 persen dari posisi tahun sebelumnya yakni Rp12,95 triliun.

Berikut adalah rincian pengeluaran operasional perseroan selama tahun 2025

Beban penjualan naik menjadi Rp7,34 triliun dari sebelumnya Rp6,80 triliun. Beban umum dan administrasi meningkat ke angka Rp1,57 triliun.

Laba entitas asosiasi mengalami lonjakan dari Rp28,28 miliar menjadi Rp68,19 miliar.

Keberhasilan efisiensi dan strategi bisnis membawa laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 13,09 persen. Nilainya mencapai Rp3,66 triliun, naik dari Rp3,24 triliun pada tahun 2024. 

Hal ini berdampak langsung pada laba per saham dasar (EPS) yang meningkat menjadi Rp80,51 per lembar.

Hingga akhir 2025, posisi aset Kalbe Farma tercatat naik 4,31 persen menjadi Rp 30,69 triliun. Ekuitas naik 0,56 persen menjadi Rp24,72 triliun. Kas dan Setara Kas tersisa Rp4,33 triliun dari sebelumnya Rp4,72 triliun.

Pada penutupan bursa Senin 30 Maret 2026, saham KLBF justru mengalami koreksi sebesar 2,08 persen dan parkir di level Rp 940 per lembar. Sepanjang hari perdagangan, saham ini bergerak di rentang Rp935 hingga Rp955. Tercatat frekuensi transaksi mencapai 5.827 kali dengan nilai total perdagangan sebesar Rp38,4 miliar.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya