Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Tertekan di Penghujung Maret

SELASA, 31 MARET 2026 | 08:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham di kawasan Asia Pasifik mengawali sesi perdagangan terakhir bulan Maret 2026, Selasa 31 Maret 2026, dengan kecenderungan melemah. 

Sentimen negatif ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang merespons eskalasi ancaman militer Amerika Serikat terhadap infrastruktur energi Iran.

Presiden AS Donald Trump memperkeras posisinya dengan mengeluarkan peringatan keras: AS siap menghancurkan fasilitas pembangkit listrik, sumur minyak, hingga Pulau Kharg milik Iran jika kesepakatan damai gagal dicapai dan Selat Hormuz tetap ditutup. 


Laporan menyebutkan bahwa pemerintahan Trump bahkan tengah mempertimbangkan pengiriman pasukan darat untuk merebut Pulau Kharg, titik vital yang memfasilitasi sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran. Ancaman ini langsung mengguncang pasar energi

Kenaikan harga energi memberikan tekanan variatif pada bursa-bursa utama di Asia pagi ini.

Di Korea Selatan, Kospi menjadi yang paling tertekan, anjlok 2,4 persen ke level 5.148,05, sementara Kosdaq melorot 0,77 persen.

Indeks Nikkei 225 Jepang  juga merosot 0,85 persen ke posisi 51.444,7 diikuti pelemahan Topix sebesar 0,57 persen.

Di Australia, indeks ASX 200 sempat dibuka melemah 0,12 persen, namun berhasil berbalik naik (rebound) 0,35 persen ke level 8.491 pada pukul 08:15 WIB.

Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng tercatat berada di posisi 24.683, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak fluktuatif (variatif) hari ini, setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup turun tipis 0,07 persen di level 7.091,67. 

Di sisi lain, harga ETF saham Indonesia di New York (EIDO) justru mencatatkan kenaikan tipis 0,45 persen menjadi 15,46 Dolar AS.

Secara teknikal, para analis memperkirakan IHSG masih akan dibayangi oleh tekanan depresiasi rupiah serta aksi jual oleh investor asing. 

Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung bersikap defensif dan berhati-hati. IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang level 7.000 hingga 7.200, dengan indikator MACD yang menunjukkan tren pergerakan mendatar (sideways).

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya