Berita

Menteri Pertahanan Margarita Robles (Tangkapan layar RMOL dari siaran Reuters)

Dunia

Tak Mau Terlibat Perang Iran, Spanyol Blokir Akses Udara untuk Pasukan AS

SELASA, 31 MARET 2026 | 07:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Spanyol mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer Amerika Serikat yang terlibat dalam operasi serangan terhadap Iran. 
Kebijakan ini menandai sikap keras Madrid yang menolak keterlibatan dalam konflik yang kian memanas di Timur Tengah.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Margarita Robles, yang menegaskan bahwa Spanyol tidak akan memberikan dukungan logistik dalam bentuk apa pun terhadap operasi militer tersebut.

“Kami tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer maupun wilayah udara untuk tindakan yang terkait dengan perang di Iran,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Selasa 31 Maret 2026.


Langkah ini bukan keputusan yang berdiri sendiri. Sebelumnya, pemerintah Spanyol juga telah menolak penggunaan pangkalan militer bersama oleh AS. Dengan penutupan wilayah udara, Spanyol semakin memperjelas posisinya untuk tidak terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Laporan awal mengenai kebijakan ini muncul dari media lokal El Pais, yang mengutip sumber militer. Dampaknya, pesawat militer yang menuju kawasan Timur Tengah kini harus mengubah rute dan menghindari wilayah udara Spanyol, kecuali dalam kondisi darurat.

Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada prinsip politik luar negeri mereka yang menolak konflik bersenjata yang dinilai tidak sah.

Menteri Ekonomi Carlos Cuerpo menyatakan bahwa perang tersebut dipandang sebagai tindakan sepihak yang bertentangan dengan hukum internasional.

Sikap ini sekaligus memperkuat posisi Perdana Menteri Pedro Sanchez, yang sejak awal menjadi salah satu pemimpin Eropa paling vokal dalam menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Sanchez bahkan menyebut langkah militer tersebut sebagai tindakan “sembrono dan tidak sah,” menandakan ketegangan diplomatik yang semakin meningkat di antara sekutu Barat.

Keputusan Spanyol ini dinilai sebagai sinyal adanya perbedaan sikap di antara negara-negara Barat terkait konflik Iran. Di tengah eskalasi militer, tidak semua sekutu AS bersedia memberikan dukungan penuh.

Langkah Madrid berpotensi memicu dinamika baru dalam hubungan transatlantik, sekaligus mempertegas posisi sebagian negara Eropa yang lebih memilih jalur diplomasi dibanding keterlibatan militer.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya