Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: Dokumen Kemenhaj)
Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan jemaah, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan infrastruktur kesehatan di Makkah.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh mitra layanan kesehatan siap memberikan penanganan optimal bagi jemaah haji Indonesia.
Salah satu titik krusial yang dikunjungi adalah Saudi German Hospital. Rumah sakit ini nantinya akan bersinergi dengan Pusat Kesehatan Haji serta para petugas medis Indonesia dalam mengawal kondisi fisik para tamu Allah selama berada di tanah suci.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada Minggu 29 Maret 2026, Dahnil menekankan bahwa tantangan kesehatan jemaah Indonesia semakin kompleks setiap tahunnya. Hal ini tidak terlepas dari profil jemaah yang didominasi oleh kelompok usia lanjut dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
“Isu kesehatan haji adalah isu utama dari tahun ke tahun, mengingat sekitar 25 persen jemaah haji Indonesia adalah lansia dan 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi. Karena itu, model pelayanan kesehatan harus banyak berubah,” ujar Dahnil, dalam keterangan yang dikutip Selasa 31 Maret 2026.
Menjawab tantangan tersebut, pemerintah menyiapkan strategi jemput bola melalui penguatan fasilitas di lapangan.
Keberadaan klinik satelit di setiap sektor akan dimaksimalkan. Selain itu, mobile clinic atau klinik berjalan akan disiagakan di wilayah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) untuk memperketat pengawasan kesehatan di titik-titik paling padat.
“Kami akan memaksimalkan klinik satelit dan mobile clinic di Armuzna untuk melayani dan mengawasi kesehatan jemaah secara lebih optimal,” tambahnya.
Visi penguatan kesehatan ini tidak hanya berhenti di Arab Saudi. Dahnil memaparkan rencana jangka panjang untuk menghadirkan layanan kesehatan yang terintegrasi di asrama-asrama haji di Indonesia. Nantinya, asrama haji akan memiliki klinik permanen yang tidak hanya siaga saat musim haji, tetapi juga melayani jemaah umrah sepanjang tahun.
Transformasi ini juga akan diperkuat melalui optimalisasi fungsi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang sudah ada di Arab Saudi.
“Ke depan, asrama haji akan dilengkapi klinik permanen agar pelayanan kesehatan bisa berjalan sepanjang tahun, baik untuk haji maupun umrah,” pungkas Dahnil.
Melalui serangkaian langkah konkret ini, diharapkan perlindungan kesehatan jemaah haji Indonesia semakin solid, sehingga mereka dapat beribadah dengan perasaan aman, nyaman, dan tetap bugar hingga kembali ke tanah air.