Berita

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Imbas Prajurit TNI Gugur

RI Diminta Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Lebanon

SENIN, 30 MARET 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR berduka atas gugurnya seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon Selatan setelah markas pasukan penjaga perdamaian tersebut diserang. 

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan, insiden ini harus menjadi momentum untuk melakukan koreksi dan penilaian ulang terhadap efektivitas keberadaan pasukan TNI dalam misi perdamaian di Lebanon, terutama di tengah situasi keamanan yang terus memburuk.

“Ini menjadi kesempatan untuk melakukan koreksi ataupun juga melihat apakah keberadaan prajurit kita ini benar-benar berfungsi atau tidak,” kata Dave, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.


Dave mengatakan, selain korban meninggal, terdapat informasi mengenai prajurit lain yang mengalami luka berat. Namun, pihaknya masih menunggu penjelasan resmi dari Mabes TNI terkait jumlah korban maupun kerusakan yang terjadi.

“Infonya ada setidaknya satu orang lagi terluka berat,” ujar Legislator Golkar ini.

Dave juga mempertanyakan apakah kehadiran pasukan Indonesia masih relevan dalam menjaga perdamaian, atau justru berpotensi menjadi sasaran dalam konflik yang terus berlangsung.

“Apakah keberadaan kita ini berguna untuk menjaga perdamaian atau justru malah menjadi target daripada serangan,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan langkah penarikan pasukan jika kondisi di lapangan tidak lagi aman.

“Nah, maka itu, bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada sebaiknya untuk pemerintah melakukan penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon,” pungkasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya