Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL)

Politik

Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Harga BBM

SENIN, 30 MARET 2026 | 13:52 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai berpotensi berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) global. Pemerintah Indonesia diminta untuk mengantisipasi dampak tersebut, khususnya dalam menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menekankan pentingnya langkah antisipatif dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Bahlil Lahadalia. Ia menilai, pemerintah perlu memastikan kebijakan yang tepat dalam menghadapi potensi fluktuasi harga energi.

Menurut Adi, risiko kenaikan harga BBM tidak terlepas dari terganggunya distribusi minyak mentah dunia, terutama karena pembatasan jalur strategis di Selat Hormuz. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pasokan energi global, termasuk bagi Indonesia.


“Di atas segala-galanya Menteri ESDM harus mengantisipasi potensi kenaikan BBM ini. Itu saja kuncinya,” ujar Adi, Senin, 30 Maret 2026.

Ia juga menilai pemerintah sejauh ini telah berupaya meredam dampak gejolak global, termasuk pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah. Pernyataan pemerintah yang menyebut Indonesia belum terdampak krisis energi global dianggap sebagai upaya menjaga kepercayaan publik.

Adi menambahkan, imbauan penghematan BBM yang disampaikan Menteri ESDM merupakan bagian dari strategi mitigasi untuk menjaga stabilitas dan menenangkan masyarakat di tengah situasi global yang dinamis.

Namun demikian, ia mengingatkan agar pemerintah tetap menyampaikan informasi secara transparan dan jelas kepada publik. Hal ini penting untuk menghindari potensi kebingungan atau gejolak di masyarakat, terutama ketika banyak negara lain secara terbuka mengakui dampak krisis energi global.

Menurutnya, komunikasi yang menenangkan memang diperlukan, tetapi harus tetap diimbangi dengan keterbukaan agar publik dapat memahami kondisi yang sebenarnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya