Berita

KH Sholeh Darat. (Foto: RMOLJateng)

Nusantara

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

SENIN, 30 MARET 2026 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemkot Semarang mengusulkan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. Berkas telah dikirim ke Pemprov Jateng, menunggu proses hingga keputusan pusat.

Pemerintah Kota Semarang resmi mengajukan nama ulama besar KH Sholeh Darat sebagai calon Pahlawan Nasional. Usulan tersebut kini telah disampaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk diproses lebih lanjut ke pemerintah pusat.

Langkah ini disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat menghadiri peringatan Haul ke-126 KH Sholeh Darat di Masjid Kyai Haji Sholeh Darat, Semarang Utara, Sabtu malam, 28 Maret 2026.


“Pemerintah Kota Semarang telah membentuk kepanitiaan, dan hari ini surat pengusulan beliau sebagai Pahlawan Nasional sudah kami sampaikan ke pemerintah provinsi untuk diteruskan ke pusat,” kata Iswar dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Minggu malam, 29 Maret 2026.

Menurut Iswar, pengusulan gelar tersebut menjadi bentuk penghargaan atas jasa besar KH Sholeh Darat dalam bidang keilmuan dan perjuangan, yang pengaruhnya tidak hanya dirasakan di Semarang, tetapi juga secara nasional.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa peringatan haul bukan sekadar mengenang sosok ulama, melainkan juga menjadi momen penting untuk meneladani nilai-nilai perjuangan yang diwariskan.

“Beliau dikenal sebagai guru dari para guru. Jejak keilmuannya tidak hanya di Kota Semarang, tetapi juga di tingkat nasional. Apa yang kita rasakan hari ini tidak lepas dari ilmu dan perjuangan beliau,” ungkap Iswar.

Ia menambahkan, nilai-nilai yang diajarkan KH Sholeh Darat turut membentuk karakter masyarakat yang rukun dan harmonis di tengah berbagai perbedaan.

“Kerukunan di Kota Semarang yang kita rasakan hari ini tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh besar seperti beliau yang menanamkan nilai kebaikan dan persatuan,” tambahnya.

Pemerintah Kota Semarang berharap proses pengusulan ini dapat berjalan lancar hingga ke tahap penetapan oleh pemerintah pusat. Selain sebagai bentuk penghormatan, penetapan gelar Pahlawan Nasional diharapkan mampu menguatkan semangat masyarakat dalam meneladani perjuangan ulama besar tersebut.

“Ini adalah bentuk penghormatan atas jasa besar beliau. Namun yang lebih penting, nilai perjuangannya harus terus kita lanjutkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Haul ke-126 KH Sholeh Darat sendiri dihadiri berbagai kalangan, mulai dari ulama, tokoh masyarakat, hingga jamaah dari berbagai daerah. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat ukhuwah serta memperkuat nilai keimanan dan persatuan di tengah masyarakat.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya