Berita

Mohamad Safa (Instagram @mhdsafa)

Dunia

Pejabat Senior PBB Mohamad Safa Mundur

SABTU, 28 MARET 2026 | 08:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Direktur Eksekutif organisasi Patriotic Vision (PVA) di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mohamad Safa, memutuskan menangguhkan tugasnya atau mundur sementara dari semua peran resmi. 

Dalam pernyataan yang di unggah di media sosial X, Safa mengaku kecewa berat dengan cara PBB menangani konflik global, terutama terkait Gaza, Lebanon, dan Iran. Ia menyatakan mundur dari seluruh aktivitasnya di berbagai forum PBB di New York, Jenewa, dan Wina setelah bertahun-tahun merasa frustrasi dengan sistem internal lembaga tersebut.

Dalam surat pengunduran dirinya tertanggal 27 Maret 2026, Safa menuding ada pengaruh “lobi kuat” yang memengaruhi keputusan pejabat tinggi PBB. Ia menilai, tekanan tersebut membuat PBB tidak bersikap tegas terhadap berbagai konflik, termasuk tidak menyebut situasi di Gaza sebagai genosida dan di Lebanon sebagai kejahatan perang.


Safa menegaskan bahwa keputusan mundurnya bukan hal mendadak. Ia mengaku sudah menahan diri sejak 2023, namun akhirnya memilih berhenti karena merasa tidak bisa lagi menjadi bagian dari sistem yang menurutnya tidak adil.

“Dengan hati nurani yang baik, saya tidak bisa terus menjadi bagian dari situasi ini, ketika pejabat tinggi PBB menolak menyebut apa yang terjadi di Gaza sebagai genosida… dan justru melindungi pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab,” tulis Safa.

Selain soal sikap PBB, Safa juga mengaku mengalami tekanan serius setelah menyuarakan pandangan berbeda sejak 2023. Ia mengatakan menerima ancaman terhadap dirinya dan keluarganya, sanksi finansial, hingga pembatasan kebebasan berbicara di lingkungan PBB.

Lebih jauh, ia menuduh adanya kampanye disinformasi global yang sengaja dibangun untuk membenarkan konflik dengan Iran. Menurutnya, narasi ancaman nuklir Iran dilebih-lebihkan untuk mendorong dukungan terhadap perang.

Safa menegaskan bahwa ia menyatakan baru akan kembali menjalankan tugas jika reformasi internal di PBB benar-benar dilakukan dan berjalan nyata.

Mohamad Safa dikenal sebagai seorang aktivis kemanusiaan dan diplomat non-pemerintah yang aktif dalam berbagai forum internasional, khususnya di lingkungan PBB. 

Selama hampir 12 tahun, Safa berkiprah di PBB dengan memimpin delegasi organisasinya dalam berbagai sidang dan pertemuan internasional. 

Meski bukan figur pejabat resmi negara, Safa memiliki pengaruh dalam lingkaran organisasi non-pemerintah yang berperan sebagai mitra PBB, khususnya dalam menyuarakan perspektif masyarakat sipil di tingkat global.

Menutup pernyataannya, Safa tetap menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya atas kesempatan yang telah ia jalani selama hampir 12 tahun bekerja sama dengan PBB. Ia juga menyampaikan harapan dan doa bagi dunia agar tetap berada dalam lindungan dan kedamaian. Keputusannya ini pun menjadi sorotan, sekaligus memicu refleksi lebih luas mengenai dinamika internal dan arah kebijakan organisasi internasional tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya