Berita

Ketua Umum Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS), David Hamka.(Foto: Istimewa)

Nusantara

KNPS:

Panti Sosial Anak di Jakarta Over Kapasitas

JUMAT, 27 MARET 2026 | 22:20 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kondisi kapasitas panti sosial anak di Jakarta menjadi perhatian, setelah ditemukan ketidakseimbangan antara daya tampung dan jumlah anak yang diasuh.

Dalam temuan lapangan, satu panti yang secara ideal menampung maksimal 60 anak, saat ini dihuni hingga 104 anak, meskipun dari sisi fasilitas, kebersihan, dan kenyamanan dinilai sudah baik.

Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan panti telah berjalan optimal, namun kebutuhan layanan perlindungan anak di Jakarta masih lebih besar dibandingkan kapasitas yang tersedia saat ini.


Ketua Umum Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS), David Hamka mengatakan, perhatian pemerintah daerah terhadap anak telantar, khususnya balita, harus menjadi prioritas.

David menyebut, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan sosial, tetapi juga berdampak langsung terhadap upaya pencegahan stunting dan kualitas generasi masa depan.

“Perlu dukungan kapasitas yang lebih memadai agar layanan tetap optimal bagi anak-anak,” ujar David dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 27 Maret 2026.

David juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap anak telantar telah diamanatkan dalam konstitusi sebagai tanggung jawab negara, termasuk pemerintah daerah.

“Ini bukan sekadar isu sosial, tetapi amanah konstitusi yang harus dijalankan dengan serius oleh pemerintah daerah,” kata David.

Ia menilai Pemprov DKI Jakarta memiliki kapasitas dan sumber daya yang cukup untuk memperkuat fasilitas perlindungan anak secara lebih optimal.

“Pemerintah daerah harus hadir lebih kuat dengan menyediakan fasilitas sosial yang lebih baik, lebih layak, dan mampu menjangkau lebih banyak anak-anak telantar di masa usia emasnya mereka,” pungkas David.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Jokowi Sedang Menciptakan Musuh Sendiri Lewat Keliling Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:17

Jemaah Haji Indonesia Diminta Tertib Menanti Jadwal Kepulangan ke Tanah Air

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:44

Turun Gunung Jokowi untuk Gendong Gibran dan Kaesang

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:37

Hari Raya Waisak, CFD Jakarta Diliburkan Sementara

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:15

IPC TPK Perkuat Konektivitas Perdagangan Indonesia-China

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:45

Paradoks Kekayaan Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:23

Polda Jateng Izinkan Personel Tembak Begal di Tempat

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:09

Anatomi Pembangunan Kapal Ideal

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:41

BGN Tidak Pernah Menunjuk Calo Terkait Pembangunan SPPG

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:21

KPK Diminta Jelaskan Arah Pengembangan Kasus Blueray Cargo

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:04

Selengkapnya