Berita

Ketum DPP GMPK Abdul Aziz (kiri) dan Kiai Afifuddin Muhajir. (Foto: RMOLJatim)

Politik

Angin Muktamar ke-35 NU Berembus ke Sosok Kiai Afifuddin

JUMAT, 27 MARET 2026 | 21:06 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Diskursus kepemimpinan Nahdlatul Ulama mulai menghangat jelang muktamar ke-35 yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.

Nama Kiai Afifuddin Muhajir disebut sebagai salah satu figur yang dinilai layak memimpin. Wakil Rais Aam PBNU tersebut dinilai memiliki kapasitas kuat untuk menjadi Rais ‘Aam PBNU.

"Kiai Afif adalah seorang faqih dan ushuli yang luar biasa. Beliau ahli teks (nash) dan konteks (siyaq), serta piawai merumuskan hukum Islam dalam bingkai fiqh siyasah,” kata Ketum DPP Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Abdul Aziz dikutip dari Kantor Berita RMOLJatim, Jumat, 27 Maret 2026.


Aziz menyampaikan penilaian itu setelah bersilaturahmi ke kediaman Kiai Afif di Gondanglegi, Kabupaten Malang. Menurutnya, pemikiran Kiai Afif banyak menjadi rujukan di lingkungan NU, terutama dalam merumuskan pandangan keagamaan yang moderat dan selaras dengan konteks keindonesiaan.

Ia juga mengaku terkesan dengan kesederhanaan Kiai Afif saat menerima tamu.

“Sikap beliau sangat lembut dan bersahaja. Kami duduk lesehan dan beliau bahkan menyuguhkan sendiri minuman,” katanya.

Dalam pertemuan itu, keduanya juga membahas persiapan Muktamar ke-35 NU yang akan didahului Munas Alim Ulama dan Konbes NU pada April 2026. Saat ditanya mengenai kandidat Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, Kiai Afif menjawab santai.

“Kalau Mas Aziz tidak tahu, coba bertanya pada rumput yang bergoyang,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Aziz, Kiai Afif juga berharap Muktamar NU berlangsung bersih tanpa praktik politik uang, serta memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak dan integritas.

“Melihat keilmuan dan integritasnya, saya menilai Kiai Afif sangat layak dipertimbangkan menjadi Rais Aam PBNU,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya