Berita

Ilustrasi Musim Kemarau

Nusantara

BRIN Prediksi ‘Godzilla El Nino’ Terjadi April 2026, Musim Kemarau Berpotensi Lebih Panjang

JUMAT, 27 MARET 2026 | 19:12 WIB | OLEH: TIFANI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi fenomena El Nino super akan mulai terjadi pada April 2026. Fenomena yang kerap dijuluki sebagai “Godzilla El Nino” ini berpotensi memperpanjang durasi musim kemarau di Indonesia.

Melalui akun Instagram resminya, @brin_indonesia, dijelaskan bahwa dampak El Nino dapat semakin kuat jika terjadi bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi keduanya berisiko memicu musim kemarau yang lebih kering dari biasanya.

“Fenomena ini berpotensi memicu kekeringan yang dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk pertanian dan sumber daya air,” tulis akun tersebut.


Sejalan dengan itu, BMKG mencatat adanya pergeseran pola cuaca di sejumlah wilayah Indonesia, dari sebelumnya didominasi musim hujan menuju kemarau. Awal musim kemarau diperkirakan terjadi secara bertahap sejak April dan meluas pada bulan-bulan berikutnya.

Pada April 2026, sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Wilayah yang terdampak antara lain pesisir utara Jawa bagian barat, yang kemudian meluas ke sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur. 
Selain itu, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mulai mengalami kemarau, disusul sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Memasuki Mei 2026, jumlah wilayah yang mengalami kemarau diperkirakan meningkat menjadi 184 ZOM atau 26,3 persen. 
Angka ini kembali bertambah pada Juni 2026 dengan tambahan 163 ZOM atau sekitar 23,3 persen wilayah. Secara keseluruhan, sebanyak 325 ZOM (46,5 persen) diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih cepat dari normal. 
Sementara itu, 173 ZOM (24,7 persen) berada pada kondisi normal, dan 72 ZOM (10,3 persen) mengalami keterlambatan.
Puncak Musim Kemarau 2026

BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau di Indonesia umumnya terjadi pada Agustus 2026, mencakup sekitar 429 ZOM atau 61,4 persen wilayah. Namun, sebagian wilayah diperkirakan mencapai puncaknya lebih awal pada Juli (12,6 persen), dan sebagian lainnya pada September (14,3 persen).

Wilayah yang mengalami puncak kemarau pada Juli meliputi sebagian Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua bagian barat. Pada Agustus, kondisi kering meluas ke Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Papua.

Sementara itu, pada September, puncak kemarau masih berlangsung di sebagian Lampung, sebagian kecil wilayah Jawa, sebagian besar NTT, serta wilayah Sulawesi bagian utara dan timur, Maluku Utara, dan sebagian Papua.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya