Berita

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta. (Foto: Dok PKS)

Politik

RI Punya Posisi Strategis untuk Mediasi Iran-AS

JUMAT, 27 MARET 2026 | 10:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peluang dibukanya ruang mediasi antara Iran dan Amerika Serikat melalui keterlibatan pihak ketiga kembali mencuat di tengah memanasnya konflik geopolitik, meski realisasinya masih bergantung pada kesediaan kedua negara untuk membuka jalur dialog.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta, menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons dinamika tersebut, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.

“Indonesia harus hadir sebagai honest broker, yakni pihak yang dipercaya semua pihak, dengan tetap menjaga independensi dan tidak terjebak dalam kepentingan geopolitik tertentu,” ujar Sukamta, Jumat, 27 Maret 2026.


Fraksi PKS menilai bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong deeskalasi konflik melalui jalur diplomasi yang konstruktif. 

Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia juga memiliki hubungan baik dengan berbagai kekuatan global, sehingga memiliki posisi strategis untuk mendorong hadirnya negosiasi perdamaian.

Fraksi PKS juga mendorong agar proses mediasi dilakukan melalui pendekatan multilateral dengan melibatkan lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), guna memastikan proses yang lebih inklusif, kredibel, dan berkeadilan.

“Yang paling utama bukan sekadar siapa yang menjadi mediator, tetapi bagaimana menghentikan potensi eskalasi konflik, melindungi warga sipil, serta membuka jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Fraksi PKS juga menekankan bahwa pendekatan kemanusiaan harus menjadi prioritas dalam setiap upaya penyelesaian konflik, mengingat dampak yang luas terhadap stabilitas kawasan dan keselamatan masyarakat sipil.

Sebagai bagian dari komunitas global, Indonesia diharapkan terus memainkan peran aktif dalam mendorong perdamaian dunia melalui diplomasi yang sejuk, konstruktif, dan berorientasi pada solusi.




Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya