Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Pasar Asia Tersungkur: Kospi Anjlok 3 Persen

JUMAT, 27 MARET 2026 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia dibuka memerah pada perdagangan Jumat pagi, 27 Maret 2026, mengekor tren pelemahan di Wall Street dan Eropa. 

Investor saat ini tengah bersikap waspada sembari mencermati sinyal yang kontradiktif terkait ketegangan di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump memutuskan memperpanjang tenggat serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April mendatang. Langkah ini diambil guna memberi ruang bagi negosiasi, menyusul pelonggaran blokade 10 kapal tanker minyak di Selat Hormuz oleh Teheran. 


Meski Washington memberi sinyal adanya kemajuan dalam pembicaraan damai, Teheran justru membantah adanya dialog langsung dengan pihak AS.

Ketidakpastian ini langsung berdampak pada pasar komoditas. Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti rilis data laba industri China yang akan menjadi indikator krusial bagi kesehatan sektor manufaktur di kawasan Asia.

Kondisi global yang fluktuatif ini menyeret jatuh indeks utama di Asia. 

Di Korea Selatan, indeks Kospi dibuka anjlok 3 persen, kemudian berlanjut ambles 4,25 persen ke level 5.228,35. Kosdaq merosot 1,5 persen. 

Indeks Nikkei 225, Jepang runtuh 1,85 persen ke 52.612,02, setelah dibuka melorot 0,9 persen. Topix juga merosot 0,4 persen.

Indeks ASX 200, Australia sebesar 0,42 persen. Indeks berlanjut melorot 0,67 persen ke 8.468,20.

Kontrak berjangka Hang Seng Index berada di 24.782, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 24.856,43.

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan menghadapi tekanan berat hari ini. Setelah ditutup ambruk 1,89 persen ke level 7.164 pada sesi sebelumnya, posisi IHSG kian rawan karena iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) di New York juga merosot tajam. 

Investor cenderung melakukan aksi ambil untung di tengah ketidakjelasan situasi global. Meski indikator teknikal menunjukkan tekanan mulai mereda, IHSG diprediksi akan bergerak variatif di rentang 7.050 hingga 7.250.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya