Berita

Aspirasi perwakilan Persaudaraan Umat Islam (PUI) diterima pihak Dumas Polri. (Foto: Dok. PUI)

Hukum

Setelah Air Keras, Polri Diminta Tuntaskan Tragedi Kanjuruhan dan KM 50

KAMIS, 26 MARET 2026 | 19:01 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Ketua KontraS, Andrie Yunus jadi catatan positif kinerja Polri.

Persaudaraan Umat Islam (PUI) mengatakan, keberhasilan ini harus menjadi pijakan Polri untuk menyelesaikan kasus-kasus besar lain yang dinilai belum sepenuhnya tuntas.

"Ini bukti institusi Polri mampu bekerja profesional, transparan, dan akuntabel. Tapi kami ingatkan, keadilan tidak boleh berhenti pada kasus tertentu saja," kata koordinator PUI, Sjahrir Jasim saat menggelar unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.


Sjahrir lantas menyinggung kasus kerusuhan suporter dan aparat di Stadion Kanjuruhan Malang medio 2022 serta penembakan enam anggota laskar FPI di Tol Jakarta Cikampek KM 50 tahun 2020 silam.

Menurut Sjahrir, kedua kasus tersebut masih menyisakan tanda tanya besar. Utamanya terkait aspek prosedur operasional dan rantai komando.

"Kami ingin Polri menunjukkan keberanian yang sama. Jangan hanya cepat pada kasus yang mudah, tetapi juga tegas pada kasus yang kompleks dan menyangkut kepercayaan publik," kritiknya.

PUI menilai, pengungkapan menyeluruh akan menjadi indikator utama dalam memperkuat kredibilitas Polri di mata masyarakat.

Tragedi Kanjuruhan bermula ketika terjadi kerusuhan pasca-pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022. Polisi mencoba mengendalikan situasi dengan menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton untuk menghalau suporter masuk ke lapangan.

Hal tersebut lantas memicu kepanikan massal, lalu para penonton berdesak-desakan berupaya keluar dari stadion. Nahasnya, pintu keluar stadion terkunci dan tidak bisa terbuka sepenuhnya sehingga 135 penonton tewas. Mayoritas akibat sesak napas, terinjak-injak, dan patah tulang.

Dalam insiden ini, Polri menetapkan enam tersangka dan tiga di antaranya anggota kepolisian yang menembakkan gas air mata. Dua terdakwa personel Polri, Kompol Wahyu Setyo Pranoto dan AKP Bambang Sidik Achmadi, sempat divonis bebas, tetapi dibatalkan Mahkamah Agung dan dijatuhkan hukuman 2 tahun dan 2 tahun 6 bulan penjara. Sedangkan satu lainnya, AKP Hasdarmawan, dihukum 1 tahun 6 bulan penjara.

Sementara itu, kasus KM 50 adalah peristiwa penembakan yang menewaskan enam anggota laskar FPI di Tol Cikampek KM 50, 7 Desember 2020. Kasus ini menyisakan kontroversi, seperti kepolisian menyebut CCTV di lokasi kejadian rusak saat peristiwa berlangsung, tetapi temuan Komnas HAM mengungkapkan bahwa ada upaya pembersihan darah dan pengambilan kamera CCTV di sekitar lokasi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya