Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube YesPlanes)

Dunia

Krisis Energi Merembet ke Asia Selatan: Bangladesh Naikkan Harga Bahan Bakar Jet 80 Persen

KAMIS, 26 MARET 2026 | 08:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah membuat sektor energi global semakin tidak stabil, dan negara yang bergantung pada impor seperti Bangladesh menjadi salah satu yang paling terdampak.

Dalam kondisi ini, Bangladesh mengambil langkah signifikan dengan menaikkan harga bahan bakar jet hingga 80 persen. Kebijakan ini diumumkan oleh Komisi Regulasi Energi Bangladesh (BERC) dan menjadi kenaikan kedua dalam bulan Maret 2026. 

"Kami harus menyesuaikan harga bahan bakar jet untuk kedua kalinya bulan ini, mengingat harga bahan bakar internasional yang telah melonjak," kata Ketua BERC, Jalal Ahmed, dikutip dari RT, Kamis 26 Maret 2026.


Dengan kebijakan baru ini, harga bahan bakar jet untuk penerbangan internasional ditetapkan sebesar 1,32 Dolar AS per liter. Tarif tersebut berlaku bagi maskapai lokal maupun asing, meskipun besarannya bisa berbeda tergantung jenis operasional. Aturan ini mulai diberlakukan sejak Selasa tengah malam, waktu setempat.

Sebelumnya, pemerintah sempat menaikkan harga bahan bakar jet pada awal bulan, namun keputusan itu sempat ditangguhkan setelah dilakukan peninjauan darurat. Kini, dengan kondisi pasar yang semakin tidak menentu, kenaikan kembali diterapkan sebagai langkah yang dinilai tidak terhindarkan.

Pemerintah Bangladesh pun mulai memperluas responsnya. Perdana Menteri Tarique Rahman memimpin pertemuan khusus untuk membahas langkah-langkah menghadapi krisis energi yang dipicu kenaikan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah.

Dampak gejolak ini juga dirasakan negara lain di kawasan. Pakistan dilaporkan menahan harga bensin dan solar, tetapi menaikkan harga bahan bakar jet dan minyak tanah tanpa pengumuman resmi. Sementara itu, India dan Nepal masih mempertahankan harga bahan bakar jet pada tingkat yang sama.

Situasi ini menjadi semakin kompleks bagi Bangladesh karena sekitar 95 persen kebutuhan energinya bergantung pada impor. Dengan jumlah penduduk sekitar 175 juta jiwa, tekanan terhadap pasokan dan harga energi menjadi tantangan besar. Untuk menjaga stabilitas pasokan, India dijadwalkan memasok sekitar 180.000 ton diesel per tahun melalui jalur pipa, termasuk tambahan 5.000 ton solar melalui perbatasan Parbatipur.

Di tengah tekanan tersebut, Bangladesh juga berupaya mencari solusi jangka panjang. Pemerintah berencana mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir pertamanya, yaitu PLTN Rooppur yang dibangun dengan bantuan Rusia. Unit pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada awal April dan ditargetkan mampu menyuplai sekitar 1.200 megawatt listrik ke jaringan nasional pada akhir tahun.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya