Berita

Presiden AS Donald Trump saat melakukan siaran pers di Gedung Putih pada Selasa, 24 Maret 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Al-Jazeera)

Global

Trump Ngotot Ada Negosiasi dengan Iran Sementara Perang Masih Panas

RABU, 25 MARET 2026 | 11:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan adanya upaya negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Iran dan menyebut bahwa pembicaraan dilakukan dengan “orang-orang yang tepat”, meskipun Teheran sebelumnya membantah adanya dialog tersebut.

Berbicara di Gedung Putih pada Selasa, 24 Maret 2026, Trump bahkan mengklaim bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan. Ia juga menyinggung adanya “hadiah besar” terkait minyak dan gas dari Teheran, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

“Kami sedang berbicara dengan orang-orang yang tepat,” kata Trump, menegaskan klaim adanya jalur komunikasi dengan Iran, dikutip dari Al-Jazeera, Rabu 25 Maret 2026.


Di tengah klaim tersebut, pertempuran justru terus berlangsung. Iran masih melancarkan serangan ke Israel, sementara serangan juga terjadi di dekat fasilitas nuklir Bushehr di Iran.

Pernyataan Trump sebelumnya telah dibantah oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf, yang menyebut klaim negosiasi sebagai “berita palsu”.

Namun di balik layar, Kementerian Luar Negeri Iran mengakui adanya pesan dari “negara-negara sahabat” yang menyampaikan permintaan negosiasi dari pihak AS. Ini menunjukkan kemungkinan adanya komunikasi tidak langsung.

Laporan media menyebutkan bahwa Washington telah mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang. Proposal itu mencakup penghentian program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia. Menariknya, proposal itu disebut disampaikan melalui Pakistan. 

Analis politik Negar Mortazavi menyebut Iran kemungkinan hanya akan mengakhiri perang dengan syarat yang menguntungkan mereka. Menurutnya, Iran ingin memastikan perang tidak terulang di masa depan, seperti yang terjadi di kawasan lain.

“Iran ingin memastikan perang ini tidak kembali lagi… dan mereka juga membutuhkan keuntungan ekonomi,” jelas Mortazavi.

Selain itu, Iran juga mempertimbangkan keuntungan dari kontrol Selat Hormuz, termasuk kemungkinan mengenakan biaya bagi kapal yang melintas. Mereka juga menginginkan pencabutan sanksi dan bantuan untuk pemulihan pascaperang.

Di saat Trump berbicara soal diplomasi, Israel justru menegaskan tidak akan mengubah strategi militernya. Juru bicara militer Israel menyatakan operasi akan terus dilakukan untuk menghancurkan ancaman dari Iran. Sementara AS dilaporkan bersiap mengirim ribuan tentara tambahan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah. Saat ini, sekitar 50.000 tentara AS sudah berada di kawasan tersebut. Langkah ini memicu kekhawatiran bahwa konflik bisa berlangsung lebih lama dan semakin meluas.

Di Iran, serangan terbaru dilaporkan mengenai area kompleks pembangkit nuklir Bushehr, meskipun tidak menimbulkan kerusakan besar.

Sementara di Israel, serangan Iran melukai tujuh orang, termasuk seorang bayi. Intensitas serangan juga meningkat, memaksa jutaan warga Israel berulang kali berlindung di bunker.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya