Berita

82nd Airborne Division (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Fox News)

Dunia

Amerika Diam-diam Siagakan Ribuan Tentara Elit untuk Serang Iran

RABU, 25 MARET 2026 | 08:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut adanya peluang pembicaraan untuk mengakhiri perang dengan Iran, Washington dilaporkan akan kembali mengirim ribuan tentara tambahan ke Timur Tengah 

Menurut laporan Reuters yang mengutip sumber internal, Pentagon berencana mengerahkan sekitar 3.000 hingga 4.000 personel dari Divisi Lintas Udara ke-82, satuan elit yang dikenal mampu dikerahkan dalam waktu cepat. Pasukan ini saat ini berbasis di Fort Bragg, Carolina Utara, namun belum ada kepastian mengenai lokasi tujuan maupun waktu pengiriman mereka ke kawasan Timur Tengah.

Pengerahan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan militer AS, termasuk membuka kemungkinan operasi yang lebih luas, bahkan hingga ke dalam wilayah Iran. 
Meski begitu, sumber yang sama menegaskan bahwa belum ada keputusan final untuk mengirim pasukan darat langsung ke Iran, melainkan lebih pada membangun kapasitas jika diperlukan di masa depan.

Meski begitu, sumber yang sama menegaskan bahwa belum ada keputusan final untuk mengirim pasukan darat langsung ke Iran, melainkan lebih pada membangun kapasitas jika diperlukan di masa depan.
Sebelumnya, AS juga telah mengirim ribuan Marinir dan personel angkatan laut melalui kapal serbu amfibi USS Boxer ke kawasan tersebut. Dengan tambahan terbaru ini, total pasukan AS di Timur Tengah yang sebelumnya sudah mencapai sekitar 50.000 orang diperkirakan akan terus bertambah.

Sejak operasi militer dimulai pada akhir Februari, AS dilaporkan telah menyerang sekitar 9.000 target di Iran. Dalam konflik ini, 13 tentara AS dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka, sebagian di antaranya sempat mengalami kondisi serius sebelum kembali bertugas.

Di tengah eskalasi ini, Gedung Putih menegaskan bahwa semua opsi masih terbuka. 

“Seperti yang telah kami katakan, Presiden Trump selalu memiliki semua opsi militer yang dapat ia gunakan,” ujar juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, dikutip Rabu 26 Maret 2026.

Meski demikian, langkah peningkatan kekuatan militer ini tidak lepas dari risiko politik. Dukungan publik di dalam negeri terhadap aksi militer terhadap Iran masih tergolong rendah, sehingga setiap keputusan untuk memperluas operasi, terutama penggunaan pasukan darat, berpotensi memicu tekanan politik bagi pemerintahan Trump.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya