Ilustrasi mudik lebara 2026. (Foto: Antara)
Ilustrasi mudik lebara 2026. (Foto: Antara)
IDUL Fitri 1447 H versi pemerintah yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, datang pada saat yang menarik: dunia sedang gelisah, tetapi Indonesia masih punya satu modal yang sangat penting, yaitu permintaan domestik. Kementerian Perhubungan memperkirakan pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang, atau sekitar 50,60% penduduk. Angka ini bukan sekadar statistik transportasi; ia adalah penanda bahwa Lebaran tetap menjadi salah satu “mesin ekonomi musiman” terbesar di Indonesia, menggerakkan perdagangan, pariwisata domestik, logistik, makanan-minuman, fesyen, hingga transaksi digital dalam waktu yang sangat singkat.
Di titik inilah Lebaran harus dibaca lebih cermat. Ia memang mendorong konsumsi, tetapi bukan berarti otomatis memperkuat fondasi ekonomi nasional. Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen Februari 2026 sebesar 125,2, masih pada zona optimistis. Survei penjualan eceran juga menunjukkan pelaku usaha memperkirakan penjualan ritel tumbuh 6,9% year-on-year pada Februari 2026. Artinya, menjelang Ramadan dan Idul Fitri, rumah tangga Indonesia masih cukup percaya diri untuk belanja, bepergian, dan membelanjakan pendapatan. Dalam situasi global yang tidak menentu, ini adalah bantalan yang sangat berharga.
Namun, justru karena Lebaran begitu kuat mendorong permintaan, risikonya pun membesar bila sisi pasokan dan stabilitas makro tidak ikut dijaga. Inflasi Februari 2026 tercatat 4,76% year-on-year, jauh lebih tinggi daripada beberapa bulan sebelumnya. Pada saat yang sama, Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75% dan menegaskan perlunya menjaga stabilitas rupiah karena memburuknya kondisi global akibat konflik di Timur Tengah. BI juga mencatat rupiah berada di sekitar Rp16.985 per dolar AS per 16 Maret 2026 dan terjadi net outflows portofolio USD1,1 miliar pada Maret. Jadi, Lebaran tahun ini datang bukan dalam suasana makro yang sepenuhnya nyaman, melainkan dalam tekanan harga, kurs, dan arus modal.
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Kamis, 03 September 2026 | 14:46
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
Sabtu, 05 September 2026 | 19:53
UPDATE
Sabtu, 12 September 2026 | 21:55
Sabtu, 12 September 2026 | 21:10
Sabtu, 12 September 2026 | 20:32
Sabtu, 12 September 2026 | 19:48
Sabtu, 12 September 2026 | 19:32
Sabtu, 12 September 2026 | 19:27
Sabtu, 12 September 2026 | 18:18
Sabtu, 12 September 2026 | 18:11
Sabtu, 12 September 2026 | 17:54
Sabtu, 12 September 2026 | 17:40