Berita

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CNN)

Global

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

SELASA, 24 MARET 2026 | 08:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Iran membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut adanya pembicaraan negosiasi antara Washington dan Teheran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa tidak pernah ada proses negosiasi dengan pihak AS. Ia bahkan menyebut klaim tersebut sebagai “berita palsu” yang diduga bertujuan memengaruhi pasar keuangan dan harga minyak global.

“Tidak ada negosiasi dengan AS… ini adalah berita bohong untuk memanipulasi pasar,” tegasnya, dikutip dari Reuters, Selasa 24 Maret 2026.


Ghalibaf juga menambahkan bahwa rakyat Iran justru menuntut respons tegas terhadap pihak yang dianggap sebagai agresor. Ia menekankan bahwa seluruh pejabat Iran tetap solid mendukung kepemimpinan tertinggi negara.

Sebelumnya, Trump menyatakan telah menunda rencana serangan terhadap jaringan listrik Iran selama lima hari. Penundaan tersebut, menurutnya, dilakukan karena adanya “pembicaraan yang sangat baik dan produktif” antara kedua pihak.

Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan itu melibatkan utusannya, Steve Witkoff, serta menantunya, Jared Kushner. Ia bahkan menyampaikan optimisme bahwa kesepakatan hampir tercapai dan akan menguntungkan semua pihak.

“Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat, sangat intens... kami memiliki poin-poin kesepakatan utama, hampir semua poin,” ujar Trump.

Di tengah klaim diplomasi tersebut, situasi di lapangan justru menunjukkan eskalasi konflik.

Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dilaporkan meluncurkan serangan ke sejumlah target, termasuk kota-kota di Israel seperti Tel Aviv dan Dimona, serta beberapa pangkalan militer AS.

Pihak IRGC bahkan menyebut serangan itu sebagai bentuk “negosiasi melalui kekuatan di lapangan.”

Militer Israel melaporkan adanya peluncuran rudal dari Iran pada Senin malam, dengan ledakan intersepsi terdengar hingga Jerusalem.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa negaranya akan terus melanjutkan operasi militer terhadap Iran dan Lebanon.

Meski demikian, Netanyahu mengakui bahwa Trump masih melihat adanya peluang untuk mengakhiri konflik melalui jalur kesepakatan diplomatik.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya