Berita

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Reuters)

Global

Iran Tak Gentar Digertak Trump

SENIN, 23 MARET 2026 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Iran balik mengancam akan menyerang fasilitas energi di Timur Tengah jika Amerika Serikat (AS) dan Israel lebih dulu menargetkan infrastruktur vital mereka.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap serangan terhadap pembangkit listrik Iran akan dibalas tanpa kompromi. 

“Begitu pembangkit listrik dan infrastruktur kami diserang, seluruh infrastruktur energi dan minyak di kawasan akan menjadi target sah dan akan dihancurkan secara permanen," kata Ghalibaf, dikutip dari Al-Jazeera, Senin 23 Maret 2026.


Ancaman tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump, memberi ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz. Jika tidak dipenuhi, Washington mengancam akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital energi dunia, tempat sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melintas. Gangguan di wilayah ini telah memicu krisis energi yang disebut-sebut sebagai yang terburuk sejak 1970-an.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa jalur tersebut sebenarnya tetap terbuka, kecuali bagi pihak yang dianggap melanggar kedaulatan Iran. Ia juga menilai ancaman dari luar justru memperkuat persatuan nasional.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut gangguan pelayaran terjadi karena ketakutan perusahaan asuransi terhadap konflik, bukan karena penutupan resmi oleh Iran.

Di tengah situasi ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa mereka siap menutup total Selat Hormuz dan menyerang kepentingan AS jika ancaman benar-benar diwujudkan. Bahkan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika juga disebut berpotensi menjadi target.

Di pihak lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyerukan dukungan internasional untuk melawan Iran. Ia menuduh Teheran menargetkan warga sipil dan memperingatkan kemampuan serangan jarak jauh Iran.

Upaya diplomasi masih berjalan, termasuk komunikasi yang dilakukan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dengan berbagai pihak untuk meredakan konflik. Namun di lapangan, serangan rudal dan drone terus terjadi, menimbulkan korban serta mengguncang pasar global. Ini menandakan konflik masih jauh dari kata selesai, bahkan semakin mendekati titik berbahaya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya