Berita

Aktivis KontraS Andrie Yunus. (Foto: Dok. Mahkamah Konstitusi)

Publika

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

SENIN, 23 MARET 2026 | 04:10 WIB

TERKAIT penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, analisis Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI periode 2011-2013 Soleman Ponto, dan pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, menarik sekali dan berbeda dengan yang lainnya.

Soleman Ponto bahkan, terang-terangan mengaku bahwa Andrie Yunus adalah binaan atau anak didiknya. 

Makanya ia mengutuk keras terduga pelaku yang notabene adalah mantan anak buahnya sendiri di Denma BAIS TNI.


Denma BAIS menurut Soleman Ponto bukan BAIS itu sendiri. Mereka hanya diperbantukan di BAIS. 

Untuk menjadi seorang anggota BAIS harus diseleksi lagi secara ketat. Tapi Soleman Ponto tidak sedang berkelit. Ia terang-terangan mengutuk perbuatan itu apa pun motifnya.

Pengakuan Soleman Ponto bahwa Andrie Yunus adalah anak didiknya tak bisa dianggap mengada-ada. 

Ini menegaskan bahwa TNI, khususnya BAIS, tak ada masalah dengan Andrie Yunus, termasuk KontraS. Ia juga mengaku dulu sering mengajar atau melatih di KontraS.

Bahkan, Soelaman Ponto mengaku janjian bertemu dengan Andrie Yunus, sebulan belakangan. 

Tapi, karena jadwal masing-masing selalu tak cocok, maka pertemuan itu tak kunjung terwujud. Apa jadinya kalau pertemuan itu terwujud? Analisisnya bisa lari ke mana-mana.

Pengakuan Soleman Ponto ini sama juga artinya buka kartu dirinya sendiri, buku kartu Andrie Yunus, dan buku kartu TNI, khususnya BAIS, sejak dulu.

Bagi seorang intelijen, ini sebetulnya aib, tapi entah kenapa dilakukan Soleman Ponto secara terbuka di hadapan publik? 

Bisa jadi, ia sedang menangkis sekaligus menyerang balik opini tertentu yang merugikan diri dan tempat dulunya mengabdi.

Sedangkan Reza Indragiri Amriel meragukan istilah penyidik bahwa terduga pelaku adalah terlatih dan terencana. 

Sebab, terduga pelaku sama sekali tak menghitung resiko atas apa yang dilakukannya. 

Seolah-olah terduga pelaku setelah melakukan tindakannya ingin sekali segera tertangkap.

Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus itu begitu berantakan. Bahkan, barang bukti mengena terduga pelaku dan dibuang begitu saja. 

Makanya istilah terlatih dan terencana sama sekali tak bisa dilekatkan begitu saja, menurut analisis Reza Indragiri.

Air keras yang digunakan untuk mencelakai korban bukanlah perangkat dari terduga pelaku yang terlatih dan terencana. 

Air keras menurut Reza Indragiri biasanya digunakan oleh pelaku yang biasa terkait persoalan personal, yang kerap juga digunakan oleh tindak pidana umum di kalangan remaja.

Kalau memang sasarannya institusi KontraS, maka targetnya bukan Andrie Yunus, melainkan langsung Koordinator KontraS itu sendiri.

Jadi analisis Reza Indragiri terhadap kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini, bukan bermaksud terhadap Andrie Yunus itu sendiri, tapi ada sasaran lain yang hendak dicapai, yang entah apa?

Inilah yang harus didalami lebih lanjut. Intruksi Presiden Prabowo sudah jelas, usut tuntas siapa pun di belakangnya.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya