Berita

Sejumlah warga melihat kepadatan kendaraan melintasi tol Jatingaleh-Banyumanik saat diberlakukannya perjalanan satu arah di Kota Semarang, Rabu 18 Maret 2026. (Foto: RMOLJateng)

Politik

Korlantas Gagal Tangani Arus Mudik

SABTU, 21 MARET 2026 | 00:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ada ironi yang terlalu mencolok untuk diabaikan dalam arus mudik Lebaran 2026. Jumlah pemudik menurun dibanding tahun sebelumnya, tetapi kemacetan tetap terasa panjang, padat, dan melelahkan.

Demikian dikatakan Koordinator Forum Sipil Bersuara (Forsiber) Hamdi Putra dalam keterangannya, dikutip Sabtu 21 Maret 2026.

Pemerintah memperkirakan jumlah pemudik tahun ini sekitar 143,9 juta orang atau turun dari 146,4 juta pada 2025. Secara logika sederhana, tekanan terhadap infrastruktur jalan semestinya ikut menurun. 


"Namun yang terjadi justru sebaliknya. Arus kendaraan tetap menumpuk, terutama di koridor Trans Jawa, dan puncak kepadatan terjadi dalam dua gelombang yang hampir bersamaan," kata Hamdi.

Masalahnya, kata Hamdi, bukan pada jumlah orang. Masalahnya adalah cara negara mengelola pergerakan mereka.

Korlantas Polri, sebagai aktor utama pengendali arus, kembali mengandalkan resep lama. One way, contraflow, dan pembatasan berbasis pelat nomor. Skema ini mungkin efektif dalam jangka pendek, tetapi tidak pernah benar-benar menyelesaikan persoalan.

"Akibatnya bisa ditebak. Ketika jutaan kendaraan bergerak menuju satu arah yang sama dalam waktu yang hampir bersamaan, kemacetan menjadi kepastian," kata Hamdi.

Yang lebih parah adalah cara keberhasilan diukur. Korlantas dengan cepat mengklaim bahwa mudik 2026 “terkendali” karena angka fatalitas menurun hingga sekitar 40 persen.

"Klaim ini terdengar meyakinkan, tetapi juga menyesatkan. Sebab pada saat yang sama, jumlah kecelakaan justru meningkat, dan angka luka berat melonjak tajam," kata Hamdi.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Empat Anggota TNI Penyiram Air Keras Sebaiknya Diadili di Pengadilan Sipil

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:05

Tiga Kecelakaan di Tol Jateng Tewaskan Delapan Orang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:01

Kejahatan Perang Trump

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:36

Hadiri Jakarta Bedug Festival, Pramono Tekankan Kebersamaan Sambut Idulfitri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:14

Kenapa Pemimpin Iran Mudah Sekali Diserang Israel-AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 01:07

Bamsoet Apresiasi Kesigapan TNI dan Polri Tangani Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:23

Hukum Militer, Lex Specialis, dan Ujian Akuntabilitas dari Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:04

Korlantas Gagal Tangani Arus Mudik

Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:00

Dokter Tifa Ngaku Dikuatkan Roy Suryo yang Masih Waras

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:29

Air Keras dari Orang Dalam

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:11

Selengkapnya