Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: Dok. Kemenag)

Politik

Menag Ajak Umat Jadikan Idulfitri Penguat Empati Sosial

JUMAT, 20 MARET 2026 | 17:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam.

Menag mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial. Ramadan tidak hanya sebatas ritual menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter yang lebih peka terhadap sesama.

“Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di balik rasa lapar dan dahaga tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka yang kekurangan,” kata Nasaruddin dalam keterangan resminya, Jumat, 20 Maret 2026.


Ia menjelaskan, gema takbir yang berkumandang menandai berakhirnya Ramadan sekaligus menjadi simbol kemenangan spiritual bagi umat Islam.

Menurutnya, kemenangan tersebut tercermin dari kemampuan menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari selama sebelas bulan ke depan.

“Kemenangan sejati bukan sekadar kembalinya kita pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,” ujarnya.

Nasaruddin juga menekankan bahwa Idulfitri menjadi momentum untuk menebar kebaikan dan meraih keberkahan. Keberkahan, kata dia, hadir pada hati yang terbuka dan pada mereka yang aktif memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Karena itu, ia mengingatkan agar semangat Ramadan tidak berhenti saat Idulfitri tiba. Nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian sosial yang dilatih selama bulan suci harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kedamaian, dan kerukunan bagi bangsa Indonesia,” tutup Nasaruddin.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya