Berita

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. (Foto: Humas Kemnaker)

Nusantara

Hubungan antara Manajemen dan Pekerja Harus Seperti Dua Roda Gigi

JUMAT, 20 MARET 2026 | 06:24 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan hubungan industrial harus dibangun atas dasar kepedulian antara manajemen dan pekerja, bukan sekadar pemenuhan hak normatif. Hal itu disampaikannya saat melepas program mudik gratis pekerja/buruh PT Pamapersada Nusantara di Jakarta Timur, Rabu, 18 Maret 20206

Menurut Yassierli, hubungan industrial yang sehat tidak cukup hanya soal upah, aturan kerja, dan pemenuhan hak pekerja. Yang juga penting adalah adanya ke terlibatan dan kepedulian antara manajemen dan pekerja agar perusahaan tumbuh lebih kuat dan pekerja merasa dihargai.

“Hubungan antara manajemen dan pekerja harus seperti dua roda gigi. Jika selama ini hanya satu yang bergerak, tidak akan optimal. Dengan dua roda gigi yang bergerak bersama, perusahaan dapat melaju lebih cepat. Di situlah tujuan kita, ketika manajemen memperhatikan kesejahteraan pekerja dan pekerja juga peduli memajukan perusahaan serta meningkatkan produktivitas. Itu mimpi yang ingin kita wujudkan,” ujar Yassierli dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 19 Maret 2026.


Ia menilai program mudik gratis bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan bentuk kepedulian yang manfaatnya langsung dirasakan pekerja/buruh. Bagi pekerja, mudik bukan hanya soal pulang kampung, tetapi juga soal bisa berkumpul dengan keluarga dengan aman dan tenang saat Lebaran. 

Karena itu, Yassierli mengapresiasi perusahaan yang memfasilitasi mudik gratis bagi pekerja.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan dunia usaha tidak hanya fokus pada target kerja, tetapi juga peduli pada kebutuhan pekerja di momen penting.

“Ini menunjukkan dunia usaha memiliki kepedulian terhadap pekerja. Pemerintah tentu mendukung program-program seperti ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Yassierli juga menyoroti pentingnya keselamatan mudik, terutama bagi pengemudi dan kernet. Ia menyebut dua penyebab utama kecelakaan adalah kondisi kendaraan dan faktor pengemudi. Karena itu, kesiapan fisik dan mental pengemudi harus menjadi perhatian serius.

Ia menjelaskan, tahun ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan kernet bus di enam wilayah. 

Pemeriksaan meliputi tes kesehatan dan tes kewaspadaan berbasis komputer untuk memastikan pengemudi dalam kondisi fit saat bertugas.

“Kami memiliki alat untuk mengukur tingkat kewaspadaan pengemudi hanya dalam waktu sekitar lima menit. Dari situ dapat diketahui apakah pengemudi dalam kondisi fit atau tidak,” jelasnya.

Menurut Yassierli, rendahnya tingkat kewaspadaan pengemudi umumnya disebabkan kurangnya waktu istirahat. Hal ini sering dianggap sepele, padahal dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan di perjalanan.

“Tidak cukup hanya ditanya apakah sudah cukup tidur. Ketika diuji, tingkat kewaspadaannya rendah. Setelah ditelusuri, mereka hanya tidur dua sampai tiga jam. Ini yang menjadi perhatian serius,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau para pengemudi angkutan umum agar memperhatikan kondisi kesehatan dan waktu istirahat sebelum bertugas, karena keselamatan penumpang sangat bergantung pada kesiapan mereka.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya