Berita

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Ternyata Ini Alasan Sidang Isbat Digelar Sampai Malam

KAMIS, 19 MARET 2026 | 22:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Waktu pengumuman hasil sidang isbat yang kerap berlangsung hingga malam hari kerap menjadi sorotan publik. Menanggapi hal itu, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menjelaskan bahwa proses penetapan awal bulan hijriah tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

Menurut Marwan, pemerintah harus menunggu laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah sebelum mengambil keputusan resmi.

“Ya, tidak bisa kita putuskan segera, karena kita menunggu konfirmasi dari berbagai wilayah. Aceh itu paling lama, jadi kita menunggu laporan dari Aceh terlebih dahulu,” kata Marwan usai Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jakarta, Kamis malam, 19 Maret 2026.


Politikus PKB itu menjelaskan, rukyat hilal dilakukan di sejumlah titik pemantauan yang telah ditunjuk pemerintah. Karena itu, seluruh hasil pengamatan harus dihimpun terlebih dahulu sebelum sidang isbat mengambil keputusan.

“Karena kita sudah mempercayakan pengamatan hilal di berbagai daerah, maka hasilnya harus ditunggu. Aceh itu yang paling akhir waktunya, jadi kita menunggu sampai selesai,” jelasnya.

Menurut Marwan, lamanya proses sidang isbat merupakan konsekuensi dari upaya memastikan keakuratan dalam penetapan awal bulan hijriah.

“Karena kita menunggu hasil rukyat dari titik-titik yang diberi kepercayaan untuk melihat hilal. Jadi memang tidak bisa diburu-buru,” demikian Marwan.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kemenag resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah digelarnya Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H yang melibatkan para ulama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.

“Berdasarkan laporan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya