Berita

Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur. (Foto: RMOL)

Politik

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

RABU, 18 MARET 2026 | 22:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyoroti adanya pola teror berulang yang menyasar kelompok kritis di Indonesia, mulai dari aktivis, jurnalis, hingga organisasi masyarakat sipil.

Dalam diskusi yang digelar Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita, Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur memaparkan sejumlah kasus kekerasan yang hingga kini dinilai belum terungkap secara tuntas.

“Serangan kepada kelompok-kelompok yang kritis, kepada yang sedang berjuang, dari mana pun asalnya. Serangan sebelumnya datang ke Tempo, kepada influencer, FSPMI di Jogja, bom molotov kepada Jubi di Papua, hingga pembakaran rumah wartawan di Karo,” papar Isnur, Rabu, 18 Maret 2026.


Isnur juga menyoroti maraknya kriminalisasi terhadap kelompok muda, khususnya pada momentum aksi demonstrasi pada Agustus lalu.

“Termasuk kriminalisasi dan pemenjaraan terhadap kelompok-kelompok muda yang pada Agustus kemarin jumlahnya sangat banyak,” ujarnya.

Menurut Isnur, berbagai peristiwa tersebut menunjukkan adanya pergeseran peran negara dalam relasinya dengan masyarakat. Negara yang seharusnya hadir melindungi justru kerap dipersepsikan sebagai pihak yang menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.

Terbaru, serangan teror juga dialami aktivis KontraS, Andrie Yunus yang disiram air keras pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Buntut peristiwa ini, Polda Metro Jaya mengidentifikasi dua inisial terduga eksekutor penyiraman, yaitu BHC dan MAK.

Sementara TNI yang turut terlibat dalam pengusutan kasu tersebut telah menahan empat orang anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang diduga terlibat, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

“Negara bukan lagi aktor yang melindungi, mengayomi, dan menjaga rakyatnya, tetapi menjadi aktor yang justru menyakiti,” tegasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya