Berita

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

Bisnis

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

RABU, 18 MARET 2026 | 03:45 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kerja sama Indonesia dan Jepang di sektor energi dan mineral kritis merupakan langkah strategis dalam mendorong transisi energi hijau, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. 

Pendapat itu disampaikan oleh ekonom Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Hendry Cahyono dalam mengapresiasi diplomasi energi lewat penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa. 

Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan energi nuklir, ekspor LNG, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan ini jadi bukti bahwa Indonesia semakin serius dalam mengembangkan energi bersih berbasis teknologi maju.


“Dari sisi teknis dan ekonomi, Indonesia sebenarnya sudah berencana mengembangkan PLTN sejak era 1960-an. MoU ini menunjukkan ada langkah maju, meskipun jalan menuju realisasinya masih panjang,” kata Hendry kepada wartawan di Jakarta, Selasa malam, 17 Maret 2026.

Lanjut dia, kerja sama ini juga memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat penguasaan teknologi energi baru, termasuk nuklir yang selama ini terkendala biaya investasi dan transfer teknologi.

“Indonesia memiliki sekitar 43 persen cadangan nikel dunia, serta cadangan bauksit, timah, tembaga, dan logam tanah jarang. Ini menjadi modal kuat untuk hilirisasi dan pengembangan industri energi hijau,” jelasnya.

Meski demikian, Hendry mengingatkan pentingnya implementasi kerja sama dapat berjalan optimal.

Sebelumnya, penandatanganan MoU energi dilakukan Bahlil dan Akazawa dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di sela kegiatan Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum di Tokyo, Jepang, Minggu, 15 Maret 2026.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya