Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

SABTU, 14 MARET 2026 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan akibat ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global. 

Dikutip dari Reuters, Sabtu 14 Maret 2026, indeks Dow Jones turun 0,26 persen ke level 46.558,47. Sementara itu, S&P 500 melemah 0,61 persen menjadi 6.632,19 dan Nasdaq Composite turun 0,93 persen ke posisi 22.105,36. Penurunan ini juga membuat pasar saham AS mencatat kerugian secara mingguan.

Gejolak di pasar terutama dipicu oleh lonjakan harga minyak. Harga minyak mentah Brent naik 2,67 persen ke 103,14 Dolar AS per barel dan menembus level 100 Dolar untuk pertama kalinya sejak Agustus 2022. Sementara itu, minyak mentah WTI juga naik 3,11 persen menjadi 98,71 Dolar AS per barel.


Lonjakan harga minyak terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menyerang Iran “
dengan sangat keras. Ketegangan juga meningkat karena konflik dilaporkan meluas ke sejumlah negara Timur Tengah seperti Lebanon, Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman.

Situasi tersebut membuat Iran memperketat kontrol di Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Badan Energi Internasional bahkan memperingatkan bahwa perang ini berpotensi menyebabkan gangguan terbesar dalam pasokan minyak global.

Kondisi pasar yang tidak menentu membuat investor kesulitan membaca arah pergerakan ekonomi. Penasihat investasi Murphy & Sylvest, Paul Nolte, mengatakan volatilitas di pasar energi saat ini sangat ekstrem dan didorong oleh sentimen pasar.

“Kita melihat volatilitas di pasar energi yang menyaingi periode paling liar dalam sejarah mata uang kripto. Pasar saat ini sangat emosional sehingga sulit menjadikannya dasar untuk berinvestasi,” kata Nolte.

Di sisi lain, data ekonomi AS juga memberi tekanan tambahan pada pasar. Pemerintah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat secara signifikan. 

Data inflasi yang menjadi acuan bank sentral AS juga masih menunjukkan tekanan harga yang cukup tinggi. Dengan kondisi tersebut, banyak analis memperkirakan bank sentral AS atau Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama. Risiko inflasi dari lonjakan harga energi dinilai membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil.

Selain faktor makroekonomi, beberapa saham teknologi besar juga mengalami tekanan. Saham Adobe anjlok setelah CEO Shantanu Narayen mengumumkan akan mundur dari jabatannya. Sementara itu, saham Meta turun setelah laporan bahwa perusahaan menunda peluncuran model kecerdasan buatan terbarunya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya