Berita

Ilustrasi (Gambar: Babbe)

Politik

Subsidi Dinilai Banyak Melenceng, DPR Usul Verifikasi Biometrik untuk Penerima Bantuan

JUMAT, 13 MARET 2026 | 09:59 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Program subsidi pemerintah dinilai masih jauh dari tepat sasaran, dengan tingkat kesalahan penyaluran yang diperkirakan mencapai 60 hingga 80 persen. 

Kondisi ini mendorong perlunya reformasi sistem penyaluran subsidi agar lebih akurat dan tidak membebani anggaran negara.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah menilai penajaman subsidi perlu segera dilakukan karena tingkat exclusion dan inclusion error masih sangat tinggi.


“Subsidi kita itu exclusion dan inclusion error-nya begitu tinggi sekali, tidak tepat sasaran, hampir 60-80 persen itu bias,” kata Said di Kompleks Parlemen, dikutip Jumat, 13 Maret 2026.

Sebagai solusi, Banggar DPR kembali mengusulkan penggunaan sistem verifikasi biometrik bagi penerima subsidi. Menurut Said, mekanisme tersebut sebenarnya telah direkomendasikan sejak lama untuk memastikan subsidi hanya diterima kelompok yang berhak.

“Dari sejak 2017 Badan Anggaran DPR merekomendasikan agar pakai retina mata atau fingerprint bagi penerima subsidi,” ujarnya.

Ia mencontohkan penyaluran subsidi LPG yang saat ini masih terbuka karena belum memiliki sistem verifikasi yang terintegrasi dengan data penerima bantuan sosial. 

Padahal, berdasarkan ketentuan undang-undang, distribusi subsidi seharusnya dilakukan secara tertutup kepada kelompok yang berhak.

“Penajaman LPG 8,6 juta metrik ton per tahun yang naik terus, berdasarkan undang-undang harusnya tertutup tapi dijual terbuka karena belum ada sistem. Seharusnya pakai fingerprint atau retina mata yang berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” kata Said.

Menurut dia, penggunaan sistem biometrik tersebut berpotensi menekan volume subsidi secara signifikan karena penyaluran menjadi lebih terkontrol. Ia memperkirakan konsumsi LPG bersubsidi dapat ditekan dari sekitar 8,6 juta metrik ton menjadi maksimal 5,5 juta metrik ton jika sistem verifikasi berjalan efektif.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya