Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). (Foto: Dok. BPKH)
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat total aset konsolidasi mencapai Rp238,99 triliun pada akhir 2025.
Angka tersebut naik Rp17,9 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp221,05 triliun.
Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah mengatakan, pertumbuhan aset tersebut menunjukan pengelolaan dana haji tetap terjaga secara sehat di tengah dinamika ekonomi global.
“Kami berkomitmen menjaga amanah jemaah melalui pengelolaan yang
prudent, transparan, serta memastikan dana haji memberikan nilai manfaat optimal bagi jemaah haji Indonesia,” kata Fadlul dalam keterangan tertulis pada Kamis 12 Maret 2026.
Peningkatan aset tersebut, kata Fadlul, ditopang oleh penguatan portofolio investasi serta penempatan dana jemaah pada berbagai instrumen syariah.
Hingga akhir 2025, nilai aset investasi dan penempatan dana jemaah tercatat sebesar Rp169,31 triliun, meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai Rp160,54 triliun.
Selain itu, BPKH juga membukukan pendapatan nilai manfaat dari Dana Penyelenggaraan Ibadah Haji (PIH) bersih sebesar Rp11,48 triliun sepanjang 2025, naik dari Rp11,24 triliun pada tahun sebelumnya.
Nilai manfaat tersebut menjadi salah satu sumber untuk mendukung keberlanjutan pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Keuangan dan Akuntansi, Amri Yusuf menambahkan, pihaknya terus memperkuat strategi investasi dan tata kelola keuangan untuk menjaga keberlanjutan nilai manfaat dana haji.
“BPKH terus memperkuat tata kelola serta strategi investasi agar dana haji dikelola secara aman, produktif, dan sesuai prinsip syariah,” kata Amri.
Selain pengelolaan investasi, BPKH juga mendorong pemanfaatan Dana Abadi Umat (DAU) melalui berbagai program kemaslahatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ke depan, BPKH menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja investasi, serta memastikan pengelolaan dana haji dilakukan secara transparan dan akuntabel demi memberikan nilai manfaat optimal bagi jemaah haji Indonesia.