Berita

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Bentuk Satgas Pembiayaan Taman Nasional, Tunjuk Hashim Jadi Ketua

KAMIS, 12 MARET 2026 | 20:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) tentang pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional. 

Langkah ini disiapkan pemerintah untuk memperkuat pengelolaan kawasan konservasi sekaligus memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang berkelanjutan.

Informasi tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026. 


Menurutnya, pembentukan Satgas menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan taman nasional agar setara dengan standar internasional.

Raja Juli menjelaskan, Satgas tersebut akan dipimpin oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo. Ia sendiri akan bertindak sebagai wakil ketua bersama ekonom senior Mari Elka Pangestu.

"Satgas ini nanti akan diketuai oleh Pak Hashim Djojohadikusumo. Kemudian saya menjadi wakil beserta wakil yang lainnya adalah Bu Mari Elka Pangestu, ya," kata Raja Juli kepada wartawan.

Pemerintah, lanjutnya, tengah menyiapkan berbagai skema pembiayaan yang kreatif dan berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan taman nasional. 

Salah satu pendekatan yang dipertimbangkan adalah membuka peluang keterlibatan sektor swasta dalam pendanaan konservasi.

"Hutannya terjaga, hutannya lestari, tapi saat bersamaan apa namanya satwa yang menjadi kebanggaan kita, menjadi kekayaan negeri ini, juga dapat dijaga dengan baik," tambahnya.

Sebagai tahap awal, pemerintah merencanakan tiga proyek percontohan dari total 57 taman nasional yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut Raja Juli, salah satu kawasan yang dipertimbangkan menjadi pilot project adalah Taman Nasional Way Kambas, sementara dua lokasi lainnya masih dibahas, termasuk kemungkinan Gunung Rinjani yang dinilai memiliki potensi keindahan alam luar biasa namun belum dikelola secara maksimal.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya