Berita

Pesawat pembom B-1B AS terlihat mendarat di pangkalan udara Fairford di Gloucestershire pada Rabu, 11 Maret 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CBN News)

Dunia

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

KAMIS, 12 MARET 2026 | 08:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah menelan biaya hingga 11,3 miliar Dolar AS atau sekitar Rp190,8 triliun.

Menurut laporan The New York Times yang dikutip pada Kamis, 12 Maret 2026, angka tersebut disampaikan Pentagon kepada anggota Kongres AS dalam sebuah pengarahan tertutup di Capitol Hill pada Selasa.

“Biaya perang melawan Iran telah melampaui 11,3 miliar dolar AS hanya dalam enam hari pertama,” kata seorang pejabat yang mengetahui isi pertemuan tersebut.


Namun, angka itu belum mencerminkan seluruh biaya perang. Perhitungan tersebut tidak memasukkan pengeluaran besar lainnya, seperti pengerahan tambahan pasukan dan peralatan militer sebelum serangan pertama dimulai. Karena itu, banyak anggota parlemen memperkirakan total biaya sebenarnya akan jauh lebih besar setelah seluruh pengeluaran dihitung.

Sebelumnya, laporan dari The New York Times dan The Washington Post juga mengungkap bahwa militer AS telah menggunakan amunisi senilai sekitar 5,6 miliar Dolar AS hanya dalam dua hari pertama perang.

Lembaga riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan 100 jam pertama operasi militer saja menelan biaya sekitar 3,7 miliar Dolar AS, atau rata-rata 891 juta Dolar AS per hari.

Sebagian besar biaya tersebut berasal dari penggunaan senjata presisi yang mahal. Gelombang awal pemboman menggunakan bom luncur AGM-154 Joint Standoff Weapon, yang harganya berkisar 578.000 hingga 836.000 Dolar AS per unit. Amerika Serikat diketahui membeli sekitar 3.000 bom jenis ini hampir dua dekade lalu.

Belakangan, militer AS mulai beralih ke bom yang lebih murah seperti Joint Direct Attack Munition (JDAM). Untuk jenis terkecilnya, hulu ledak bom hanya bernilai sekitar 1.000 Dolar AS, sementara perangkat pemandunya sekitar 38.000 Dolar AS.

Di dalam negeri AS, perang ini juga memicu perdebatan politik. Sejumlah politisi Partai Republik, termasuk Mitch McConnell, mendorong peningkatan anggaran produksi amunisi. Namun, sebagian anggota Partai Republik lainnya menolak pengeluaran tambahan karena khawatir konflik ini akan berlangsung lama dan tanpa batas.

Sementara itu, politisi Partai Demokrat juga menyatakan keraguan untuk menyetujui pendanaan darurat sebelum pemerintah menjelaskan secara rinci strategi, tujuan, serta durasi perang kepada Kongres.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya