Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

KAMIS, 12 MARET 2026 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebanyak 32 negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) sepakat melepaskan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat global guna meredam gejolak pasar energi akibat perang dan gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Langkah ini diambil setelah para pemimpin dunia, termasuk negara-negara G7 dan Uni Eropa, membahas respons terhadap dampak konflik yang berpotensi mengguncang ekonomi global, terutama melalui gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk.

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, mengatakan pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar ini merupakan langkah darurat untuk menstabilkan pasar energi dunia.


“Ini adalah tindakan besar yang bertujuan mengurangi dampak langsung dari gangguan di pasar. Namun yang paling penting untuk mengembalikan stabilitas pasokan minyak dan gas adalah dibukanya kembali transit melalui Selat Hormuz,” ujarnya dari kantor pusat IEA di Paris, dikutip dari Al-Jazeera, Kamis 12 Maret 2026.

Beberapa negara juga mulai menyiapkan kontribusinya. Jerman menyatakan akan mengikuti kebijakan pelepasan cadangan tersebut, sementara Austria berencana menyediakan sebagian cadangan minyak daruratnya serta memperluas cadangan gas strategis nasional.

Jepang juga akan melepas sekitar 80 juta barel dari cadangan minyak pemerintah dan swasta. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan langkah itu akan dimulai pada Senin, mengingat sekitar 70 persen impor minyak Jepang melewati Selat Hormuz.

Sementara itu, pakar keamanan maritim dari Universitas Kopenhagen, Christian Bueger, memperingatkan bahwa situasi di Selat Hormuz sangat serius karena kapal-kapal komersial saat ini hampir tidak bisa melintasi jalur tersebut.

“Bagi industri pelayaran saat ini, mustahil untuk melewati Selat Hormuz. Jika tidak ada sinyal kuat dalam waktu dekat bahwa kapal dapat kembali melintas, kita akan menghadapi krisis pelayaran besar yang bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan,” kata Bueger.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya