Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Rabu, 11 Maret 2026. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Menkeu Purbaya Curhat Dimaki Netizen TikTok

RABU, 11 MARET 2026 | 17:13 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku ikut “di-roasting” warganet di TikTok gara-gara pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat tembus ke level Rp17.000 per Dolar AS.

Menurut Purbaya, dinamika global yang memanas akibat konflik geopolitik memang memicu penguatan dolar Amerika Serikat. Dampaknya, berbagai mata uang negara berkembang ikut tertekan, termasuk rupiah.

Namun ia menilai tekanan terhadap mata uang domestik masih relatif terkendali jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan.


“Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, depresiasinya sebesar 0,3 persen. Jauh lebih baik dari mata uang negara-negara di sekeliling kita. Malaysia minus 0,5 persen, Thailand minus 1,6 persen, dan lain-lain,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN di Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa penilaian terhadap kondisi Rupiah tidak bisa hanya melihat level kurs semata, melainkan juga besarnya tekanan yang dialami dibandingkan negara lain.

“Jadi bukan lihat levelnya aja, tapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya. Dari situ sih kita masih lumayan,” katanya.

Purbaya bahkan berkelakar soal kritik yang diterimanya di media sosial. Ia mengaku kerap mendapat komentar pedas dari warganet terkait kondisi rupiah.

“Walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang katanya, ‘hey Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh Rupiah lihatin’,” ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa kondisi Rupiah masih mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia. Depresiasi yang terjadi dinilai relatif moderat dibandingkan negara lain.

“Kita menilai harus dengan fair, apa yang terjadi dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa. Kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita yang baik,” pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya