Berita

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

AHY Prediksi Dua Gelombang Puncak Mudik Lebaran

RABU, 11 MARET 2026 | 13:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah memprediksi arus mudik Lebaran tahun 2026 akan mencapai puncaknya dalam dua gelombang. 

Perkiraan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Merujuk pada survei Kementerian Perhubungan, AHY menyebut  jumlah perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran diperkirakan mencapai 143,9 juta. 


"Bisa dilihat, ditinjau dari tujuan, maka yang paling banyak akan Mutik ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur, lalu diikuti Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan," papar AHY. 

Menurut pemaparan AHY, pemerintah memperkirakan adanya dua gelombang puncak arus mudik lebaran yang jatuh pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026. 

“Diperkirakan puncak arus Mudik itu akan jatuh di tanggal 14 dan 15 Maret, kemudian puncak Mudik kedua di tanggal 18 dan 19 Maret,” tuturnya. 

Lebih lanjut, AHY menyebut pemerintah juga telah memetakan potensi lonjakan arus balik setelah masa libur Lebaran. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24-25 Maret dan kembali meningkat pada 28-29 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang berpotensi terjadi, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah pengaturan mobilitas masyarakat. 

Salah satunya melalui penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) yang diharapkan dapat mengurai penumpukan kendaraan selama periode arus balik.

"Di tengah-tengahnya kita mengurai Pak KSP dengan cara memperlakukan work from anywhere, nanti akan dijelaskan lebih detail oleh Pak Menko PMK,” pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya