Berita

Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina. (Foto: Istimewa)

Politik

Selly Gantina Soroti Ibadah Haji di Tengah Konflik Timteng

RABU, 11 MARET 2026 | 05:04 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemerintah harus melindungi jemaah umrah serta menjaga stabilitas jemaah haji di tengah konflik Timur Tengah yang membuat ketegangan geopolitik hingga melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Perlu mitigasi komprehensif untuk membawa pulang jemaah umrah dan memastikan keuangan haji tidak terganggu," kata Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina dalam siaran persnya, Selasa 10 Maret 2026.

Selain itu, Selly menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi sudah merilis beberapa tenggat penting dalam waktu umrah, yakni pengajuan visa umrah pada 19 Maret 2026, batas terakhir jemaah umrah dapat memasuki Arab Saudi pada 2 April 2026, serta kewajiban seluruh jemaah meninggalkan Arab Saudi paling lambat 18 April 2026. 


Ini bisa diartikan, usai tanggal tersebut, seluruh aktivitas umrah bakal dihentikan guna mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji.

Di sektor ekonomi, perang rudal antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat hingga blokade Selat Hormuz berdampak nilai tukar terhadap dolar AS menyentuh Rp17 ribu.

Untuk itu, Selly juga mengingatkan pentingnya kesiapan skenario pembiayaan dan logistik apabila terjadi kondisi darurat bila para jemaah harus bertahan lebih lama di Arab Saudi.

“Dana haji harus dijaga keberlanjutannya," kata Selly. 

Terakhir, Selly juga menyoroti potensi kendala dalam skenario pemulangan alternatif bila jalur penerbangan utama terganggu yakni dengan dua maskapai utama, Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.

“Pemerintah harus menyiapkan berbagai opsi sejak sekarang, mulai dari koordinasi diplomatik, kesiapan maskapai, hingga skema pembiayaan darurat, agar keselamatan dan kepastian kepulangan jamaah tetap terjamin,” kata Selly.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya