Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Maknai Nuzulul Quran sebagai Pengingat Persatuan di Tengah Ketidakpastian Global

SELASA, 10 MARET 2026 | 22:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto memaknai peringatan Nuzulul Quran sebagai momentum penting untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah situasi global yang dinilai semakin tidak menentu. 

Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa malam, 10 Maret 2026.

Kepala Negara menilai peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan bagi umat untuk lebih memahami dan meresapi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran. 


“Dengan demikian pesan-pesan tadi yang diberikan oleh penceramah saya kira sangat-sangat berarti bagi kita semua,” lanjut Prabowo.

Prabowo kemudian menyinggung kondisi dunia saat ini yang diwarnai ketidakpastian dan potensi bahaya. Dalam situasi tersebut menurutnya bangsa Indonesia harus semakin memperkuat persatuan dan kerukunan untuk menghadapi berbagai tantangan global.

"Kita sebagai bangsa Indonesia bersama banyak-banyak bangsa lain, kita perlu untuk menggalang persatuan di antara kita, menggalang kerukunan di antara kita, untuk menghadapi keadaan penuh ketidakpastian ini, untuk menghadapi keadaan yang penuh bahaya ini,” jelasnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan komitmennya untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan latar belakang suku, ras, maupun agama, sekaligus terus berupaya menjaga perdamaian di Tanah Air.

“Seluruh rakyat Indonesia, apapun sukunya, apapun rasnya, apapun agamanya, harus dilindungi, harus dijaga, harus diurus, harus dirawat, harus dibina. Karena itu, yang terutama yang saya sadari adalah bekerja dengan sangat keras untuk menjaga perdamaian," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya