Berita

Ilustrasi Media Sosial yang Dilarang untuk Anak (Sumber: Gemini Generated Image)

Tekno

Daftar Media Sosial yang Dilarang untuk Anak di Bawah 16 Tahun Menurut PP Tunas

SELASA, 10 MARET 2026 | 16:51 WIB | OLEH: TIFANI

Pemerintah akan memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) pada Maret 2026. Regulasi ini mengatur tata kelola platform digital, termasuk penggunaan layanan media sosial (medsos) oleh anak-anak.

Melansir laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, platform media sosial diwajibkan menerapkan verifikasi usia (age verification) secara lebih ketat. Pemerintah juga mewajibkan pembatasan akses atau penerapan parental supervision bagi pengguna di bawah usia 16 tahun, khususnya pada platform yang dikategorikan berisiko tinggi.

Lantas, apa saja media sosial yang dilarang diakses oleh anak di bawah umur? Pada tahap awal, berikut delapan media sosial yang ditak bisa lagi di akses anak di bawah 16 tahun:

Batasan Usia Menggunakan Media Sosial Menurut PP Tunas


Berikut pembagian kelompok usia penggunaan media sosial yang dianjurkan dalam PP Tunas:

1. Kelompok Usia 3-6 Tahun

Pada usia 3 hingga 6 tahun, imajinasi anak mulai berkembang, tetapi mereka belum mampu mencerna informasi yang kompleks. Karena itu, anak dalam rentang usia ini memerlukan pengawasan penuh dari orang tua saat mengakses perangkat digital.

Selain belum mampu menyaring informasi, anak juga sangat rentan terhadap konten yang dapat berdampak secara emosional maupun psikologis.

2. Kelompok Usia 7-12 Tahun

Usia 7-12 tahun, anak mulai mampu berpikir logis terhadap hal-hal yang bersifat konkret. Mereka sudah dapat menghitung, mengelompokkan, serta mengikuti instruksi secara bertahap.

Meski demikian, anak pada kelompok usia ini masih membutuhkan bimbingan orang dewasa. Mereka umumnya belum mampu memahami konsekuensi jangka panjang dari informasi digital yang dikonsumsi.

3. Kelompok Usia 13-15 Tahun

Pada usia 13-15 tahun, anak mulai mampu berpikir abstrak dan membangun hipotesis berdasarkan pengetahuan sebelumnya. Namun, kemampuan regulasi emosi pada fase ini belum sepenuhnya matang.

Akibatnya, remaja cenderung mengambil keputusan secara cepat dan impulsif. Mereka juga lebih rentan terhadap konten digital yang dirancang untuk memancing emosi atau memengaruhi keputusan secara instan.

4. Kelompok Usia 16-17 Tahun

Remaja usia 16-17 tahun umumnya telah memiliki kemampuan berpikir abstrak yang lebih matang dan dapat mempertimbangkan berbagai sudut pandang. Meski begitu, mereka tetap rentan terhadap tekanan sosial atau peer pressure yang kerap muncul di ruang digital.

Pada fase ini, remaja juga cenderung lebih impulsif dalam mengekspresikan diri dan membagikan konten di media sosial. Karena itu, pendampingan orang tua tetap diperlukan meski dalam bentuk pengawasan yang lebih fleksibel dan dialogis.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya