Berita

Pedagang di pasar tradisional. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Penjualan Eceran Februari 2026 Naik, BI: Ditopang Konsumsi Ramadan

SELASA, 10 MARET 2026 | 13:43 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kinerja penjualan eceran pada Februari 2026 diperkirakan menunjukkan peningkatan pada Ramadan tahun ini. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diprakirakan tumbuh 6,9 persen secara tahunan (yoy).

Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan peningkatan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan penjualan pada sebagian besar kelompok barang, khususnya kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta subkelompok sandang.

Sementara secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 juga diprakirakan meningkat 4,4 persen (mtm). 


“Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan serta persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah,” kata Denny dalam keterangannya pada Selasa, 10 Maret 2026.

Sementara itu, pada Januari 2026, IPR tercatat tumbuh 5,7 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didukung oleh meningkatnya penjualan pada kelompok barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang.

Namun secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 mengalami kontraksi sebesar 2,7 persen. Penurunan ini disebut sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah periode HBKN Natal dan Tahun Baru.

Dari sisi harga, tekanan inflasi untuk tiga bulan mendatang, yakni April 2026, diprakirakan menurun. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 yang berada di level 153,9, lebih rendah dibandingkan IEH Maret 2026 sebesar 175,7. 

“Penurunan tersebut dipengaruhi oleh normalisasi harga setelah HBKN Idulfitri 1447 H,” kata Denny.

Sementara itu, ekspektasi harga untuk enam bulan mendatang atau Juli 2026 diperkirakan meningkat. IEH Juli 2026 tercatat sebesar 157,1, sedikit lebih tinggi dibandingkan IEH Juni 2026 yang berada di level 156,3. 

“Kenaikan ini dipicu oleh potensi peningkatan harga seiring dimulainya tahun ajaran baru.” tandasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Kejagung Sita Dokumen hingga BBE Usai Geledah Kantor Ombudsman

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:06

Menkop Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:04

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulawesi Selatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:54

Rupiah Melemah ke Rp17 Ribu, Pemerintah Minta Publik Tak Khawatir

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:44

Dua Mantan Ketua MK Diundang DPR Bahas Isu Revisi UU Pemilu

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:39

Sahroni Dukung Pesan Prabowo agar Rakyat Tidak Kaget

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:32

Japto Soerjosoemarno Tuding Wartawan Tukang Goreng Berita

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:17

Sahroni Auto Debet Gaji ke Kitabisa hingga Akhir Masa Jabatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:11

Retreat Kepala Daerah Dipertanyakan Usai Maraknya OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09

Arogansi Trump Ancam Tatanan Dunia yang Adil

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01

Selengkapnya