Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) Foto: RMOL/Faisal Aristama

Politik

DPR RI Berduka atas Wafatnya Ayatollah Khamenei, Desak PBB Tegakkan Hukum Internasional

SELASA, 10 MARET 2026 | 11:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei, yang disebut gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam pidato pembukaan Rapat Paripurna ke-15 Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026, Selasa 10 Maret 2026. 

“Atas nama pimpinan dan anggota DPR RI, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026,” ujar Puan.


Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial turut menyampaikan simpati mendalam kepada seluruh rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit.

“Indonesia menyampaikan simpati yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, DPR RI menyatakan dukungan terhadap berbagai upaya dan inisiatif diplomasi—baik secara bilateral, regional, maupun multilateral—untuk mendorong semua pihak menahan diri dan mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

DPR juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta penyelesaian sengketa melalui jalur damai.

Selain itu, Puan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera mengambil peran aktif dalam menegakkan hukum internasional, melindungi masyarakat sipil, serta menjaga perdamaian dan stabilitas global.

“DPR RI mendesak PBB untuk segera bertindak dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan masyarakat sipil, serta komitmen bersama menjaga perdamaian dan stabilitas global,” tegas legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.

Puan juga menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia perlu terus menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif dalam menjaga kepentingan nasional secara bijaksana, konsisten, dan konstruktif di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya