Berita

Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari. (Foto: Facebook Fikri Center)

Hukum

Terjaring OTT KPK, Kekayaan Bupati Rejang Lebong Fikri Thobari Rp32,4 Miliar

SELASA, 10 MARET 2026 | 08:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, tercatat memiliki harta mencapai puluhan miliar rupiah. Namun, sekitar 40 persen dari total hartanya merupakan utang.

Berdasarkan penelusuran RMOL pada Selasa, 10 Maret 2026, Fikri memiliki kekayaan bersih sebesar Rp19.530.683.491 (Rp19,53 miliar). Data tersebut berasal dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam LHKPN yang dilaporkan saat masih berstatus calon kepala daerah pada 19 Agustus 2024, Fikri tercatat memiliki total harta sebesar Rp32.479.662.699 (Rp32,47 miliar). Namun, ia juga memiliki kewajiban atau utang senilai Rp12.948.979.208 (Rp12,94 miliar).


Dengan demikian, total kekayaan bersih Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Rejang Lebong tersebut mencapai Rp19,53 miliar.

Aset terbesar Fikri berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan sebanyak 14 bidang dengan nilai sekitar Rp14,6 miliar. Aset tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, dan Kota Bengkulu.

Beberapa di antaranya berupa tanah dan bangunan seluas 304 meter persegi dengan bangunan 675 meter persegi di Kabupaten Kepahiang senilai Rp3,3 miliar. Selain itu, terdapat pula tanah dan bangunan seluas 301 meter persegi dengan bangunan 650 meter persegi di wilayah yang sama dengan nilai Rp2 miliar.

Fikri juga tercatat memiliki sejumlah bidang tanah di Kabupaten Kepahiang, termasuk tanah seluas 13.489 meter persegi senilai Rp800 juta serta tanah seluas 8.946 meter persegi senilai Rp600 juta.

Untuk kategori alat transportasi dan mesin, Fikri melaporkan kepemilikan dua unit mobil dengan total nilai Rp900 juta. Kendaraan tersebut terdiri dari Mitsubishi Eclipse Cross tahun 2020 senilai Rp350 juta dan Mitsubishi Pajero Sport tahun 2021 senilai Rp550 juta.

Selain itu, ia juga mencatatkan harta bergerak lainnya senilai Rp45 juta.

Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki mencapai Rp7.234.102.034 (Rp7,23 miliar), serta harta lainnya senilai Rp9.700.560.665 (Rp9,7 miliar).

Setelah dikurangi utang sebesar Rp12.948.979.208 (Rp12,94 miliar), total kekayaan bersih Bupati Rejang Lebong tersebut tercatat sebesar Rp19,53 miliar.

Saat ini, Fikri masih berada dalam penguasaan KPK setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Bengkulu pada Senin, 9 Maret 2026.

"Konfirm, tim melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Bengkulu. Sejumlah pihak diamankan, pagi ini dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Selasa pagi, 10 Maret 2026.

Budi juga membenarkan bahwa salah satu pihak yang dibawa ke Jakarta adalah Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari.

"Salah satunya Bupati Rejang Lebong," ujar Budi.

Rombongan KPK yang membawa Fikri bersama beberapa pihak lainnya dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 08.00 WIB.

Selanjutnya, mereka akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Namun, belum diketahui apakah para pihak tersebut akan dimasukkan melalui pintu depan, belakang, atau basement. Mengingat setelah penerapan UU KUHAP baru, pihak yang terjaring OTT KPK tidak lagi dimasukkan melalui pintu depan Gedung Merah Putih KPK.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya